Beranda Warta Cerita Kiprah KPP Seroja Gampong Daulat, Kota Langsa

Kiprah KPP Seroja Gampong Daulat, Kota Langsa

Cerita Aceh Kota Langsa KPP Comments (0) View (313)

Keberadaan Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) merupakan upaya untuk menjamin keberlanjutan infrastruktur yang dibangun agar senantiasa dapat dimanfaatkan dan mampu menjaga kualitas lingkungan permukiman menjadi tidak kumuh kembali. Seperti halnya keberadaan KPP di Gampong Daulat, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa diawali dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya organisasi pelaksana operasional dan pemeliharaan (O&P) infrastruktur yang telah dibangun serta perlunya peran masyarakat dalam kegiatan tersebut, untuk menjaga agar prasarana yang telah dibangun tetap dapat berfungsi dan bermanfaat sesuai rencana.

Salah satu fasilitas yang saat ini masih terpelihara baik adalah hidran umum atau reservoir dan instalansi perpipaan yang berlokasi di RT Dusun Gampong Daulat. Berawal dari permasalahan yang dihadapi warga terkait air bersih yang belum tercukupi dan terlayani dengan baik, melalui Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kotaku tahun 2017, dibangun sarana air minum yang melayani 60 kepala keluarga. Pengelolaan dan pemeliharaan hidran umum/reservoir dan instalansi perpipaan yang dibangun tersebut telah diserahterimakan kepada pihak gampong dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) untuk dikelola oleh pihak Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Gampong Daulat.

Pembentukan KPP di Gampong Daulat Kecamatan Langsa Kota Kota Langsa diawali dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya organisasi pelaksana O&P infrastruktur yang telah dibangun serta perlunya peran masyarakat dalam kegiatan tersebut, untuk menjaga agar prasarana yang telah dibangun tetap dapat berfungsi dan bermanfaat sesuai rencana. Kegiatan ini dilakukan oleh UPL/TIPP difasilitasi Tim Fasilitator.

Gampong Daulat memiliki sumber air baku yaitu sumur bor dan sumur gali. Selain sumber baku dari sumber sumur bor dan gali, Gampong Daulat juga menggunakan fasilitas jasa pelayanan bersih dari PDAM hampir setiap rumah menggunakan air baku dari PDAM. Jaringan air bersih di Gampong Daulat hampir merata ada dan terlayani oleh jaringan perpipaan walau dengan kualitas yang kurang baik yaitu keruh dan berbau disebabkan adanya pengaruh sistem sanitasi dan pengolahan air limbah yang kurang terkontrol dan tertata hal ini sangat berpengaruh terhadap kualitas air bersih di Gampong Daulat.

Dari permasalahan ini Gampong Daulat membutuhkan pembangunan sarana air bersih guna untuk mengatasi permasalahan air bersih yang masih belum tercukupi dan terlayani dengan baik. Ada beberapa aturan yang disepakati dalam struktur pengelolaan dan tugas serta fungsi kegiatan hidran umum/Reservoir dan Instalansi Perpipaan antara nya adalah sebagai berikut:

Pertama, struktur pengelolaan hidran umum: (1) Ketua pengurus dalam pengelolaan Kegiatan Hidran Umum /Reservoir dan Instalansi Perpipaan adalah ketua BUMG Gampong Daulat, di mana memiliki tugas dan fungsi sebagai pengontrol dan penanggung jawab kegiatan tersebut; (2) Bendahara/bagian keuangan kegiatan adalah masyarakat Gampong Daulat yang dipilih di tingkat gampong dan mempunyai syarat mampu membaca dan menulis, dengan tugas dan fungsi melakukan pembukuan setiap adanya dana pengeluaran dan pemasukan dari kegiatan tersebut yang wajib dipertanggungjawabkan satu bulan sekali ke pada ketua pengurus; (3) Bagian O&P/KPP adalah masyarakat Gampong Daulat yang dipilih di tingkat gampong, dengan tugas dan fungsi mampu bekerja dengan baik dan sesuai dengan arahan dari ketentuan yang berlaku.

Kedua, tugas dan fungsi pengelolaan hidran umum: (1) Ketua pengurus wajib mengontrol dan mengawasi bendahara dan bagian operasional bekerja dengan baik; mengontrol dan mengawasi pembukuan di bendahara minimal sebulan sekali sebelum pelaporan bulanan; bagian operasional bekerja dengan fungsi dan tugas yang sudah ditentukan; mengecek dan mengontrol proses kelancaran pendistribusian air ke warga; mengecek dan mengontrol mesin dan perpipaan hidran di bantu oleh bagian operasional. (2) Bendahara wajib untuk membuat catatan setiap pemasukan dan pengeluaran harian; bendahara wajib membuat laporan keuangan dan mempresentasikan laporan setiap satu bulan sekali; bendahara wajib bekerja bersama-sama dengan bagian operasional dan tidak mempersulit jika bagian operasional membutuhkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. (3) Bagian Operasional (KPP) wajib untuk: mendata semua calon konsumen yang akan didistribusi air; melayani warga dalam pengambilan air; mengantar dan menjaga inventaris yang sudah ada; membuat laporan inventaris dan mempresentasikan minimal 1 bulan sekali tentang kelayakan inventaris; tidak mengutip dana lebih dari para pelanggan/konsumen yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan konsumen/warga; menyerahkan hasil penjualan harian ke bendahara setiap 1-2 hari, tergantung kesepakatan bersama.

Hingga kini pembangunan sarana hidran umum dan reservoir masih tetap termanfaatkan, bukan hanya penerima manfaat di dusun tersebut, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar dusun.

Beberapa rencana kerja telah dilaksanakan oleh KPP Seroja, yaitu: pertama, perawatan secara berkala pada pembangunan hidran umum dan reservoir (membersihkan tendon air supaya tidak berlumut, menggantikan tabung filter supaya waktu proses penyaringan tidak tersumbat, menjaga dan merawat setiap ada kerusakan pada sarana hidran umum dan reservoir, dan lain-lain). Kedua, memastikan air dalam reservoir layak didistribusikan ke warga. Ketiga, memastikan air yang didistribusikan tepat sasaran kepada penerima manfaat

Pembangunan infrastruktur ini hingga saat ini masih terjaga sarananya dikarenakan KPP Seroja sangat memerhatikan pengelolaan dan menjaga dengan baik aset yang tersebut merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat urgen tersebut. Dengan adanya kesepakatan dan aturan bersama mengenai iuran yang ditujukan kepada penerima manfaat memudahkan KPP untuk segera menindak lanjuti bilamana terjadi kerusakan. Untuk pemeliharaan, ditetapkan iuran sesuai pengggunaan air. Jika air diantar ke rumah harganya Rp 4.000 per jerigen, jika mengambil sendiri Rp 3.000 per jerigen. Alokasi iuran tersebut 100% mutlak untuk pemeliharaan dan pembayaran listrik, sementara anggota KPP tidak menerima upah ataupun insentif untuk kegiatan ini. [Aceh]

Penulis: Tim Komunikasi OC Kotaku Provinsi Aceh

Editor: Tristiani Susanti/Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.