Beranda Warta Cerita Lokasi Instagrammable ala Desa Ngares

Lokasi Instagrammable ala Desa Ngares

Cerita Jawa Timur Sidoarjo Desa Ngaresrejo Comments (0) View (1173)

"Cekrek! Cekrek!! Cekrek!!!

Berulang kali terdengar bunyi kamera smartphone aktif mengabadikan momentum. Bunyi itulah yang belakangan acap terdengar di sepanjang jalan lingkungan Rukun Tetangga 02 dan 03 di Rukun Warga 01, Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Warga dan para pengunjung menyebutnya Desa Ngares.

Desa satu ini nyaris sama dengan sebagian besar desa di Kabupaten Sidoarjo yang sudah peduli pada lingkungan yang bersih dan hijau. Namun demikian, baru Ngares-lah yang sudah ‘meningkatkan’ peringkat ke level instagramable, yang artinya memiliki kondisi lingkungan yang indah dan layak ditampilkan, dipamerkan, atau dibagikan sebagai latar di media sosial seperti Facebook atau Instagram berupa foto atau video, dalam bentuk foto atau video.

“Ngaresrejo sudah layak-lah dipamerkan di medsos,” kata Tisna bersama suaminya, Yusuf, seraya memamerkan hasil karya fotonya di Facebook. Uniknya, mereka adalah warga Kecamatan Sukodono, yang sengaja datang buat mengagumi keindahan permukiman ala Desa Ngares. Sambil berfoto, tentunya.

Tak hanya Tisna dan Yusuf yang mengagumi perubahan di Desa Ngaresrejo. Seluruh warga setempat pun begitu bangga. Hal itu nampak jelas dari partisipasi warga buat memperindah lingkungan. Rasa memiliki wilayah nyaris merata mulai dari orang dewasa hingga anak-anak dan lansia.

Lingkungan yang paling menyolok mengalami perubahan tampilan tepatnya berada di RT 02 dan 03 RW 01. Keindahan sudah mulai tampak dari pintu masuk berupa gapura di lingkungan tersebut, yang dibuat natural dengan bahan bambu dan kayu dengan warna dominan coklat muda dan hitam. Tertata rapi di bagian atas, dan terajut eksotik di bagian samping bawah. Menunjukkan identitas yang kuat lingkungan yang ramah pada alam penuh keindahan. Ditambah dengan hiasan bunga dan tanaman hijau di samping kanan kiri gapura tersebut, semakin kuat kesan ramah lingkungan dan naturalnya. Dan hiasan umbul-umbul di sekitar gapura asri semarak seolah menyambut pengunjung.

Selepas gapura, pandangan mata akan dihibur warna hijau dari tanaman dan bunga di kiri dan kanan gang. Udara pun terasa bersih dan segar, seakan areal ini bukan berada di kota industri yang panas dan gersang. Selain penjor dan umbul-umbul di sela tumbuhan di permukiman ini, jalan lingkungan pun berhias dengan paving block beraneka motif dan warna. Sementara di sisi atas jalan gang tersebut, ornamen kitiran dan payung hias bermotif cantik tergantung mengembang seolah bermekaran. Wilayah ini berubah layaknya destinasi wisata.

Di bagian gang lainnya, mata pengunjung pun masih bakal dihibur berbagai lukisan tiga dimensi, seperti deburan ombat di laut dan seekor ikan hiu yang seakan siap menerkam mangsa. Tembok dan rumah warga pun dihias mural penuh warna serasi. Di bagian pojok taman dan taman vertikal, ada dekorasi huruf yang dibuat dari material daur ulang sampah. Termasuk, satu titik berlatar belakang bundar, yang menjadikan objek gambar seakan “bersayap”. Kondisi tadi tentu menggoda pengunjung buat berpose. Mereka seolah “sibuk” mencari spot untuk berfoto ria.

Selain mulai cakap mengubah wajah lingkungan, warga Ngaresrejo pun beranjak andal memanfaatkan dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Sebut saja ornamen di atas tadi—seperti penjor, kitiran, huruf hias, penghias gapura, hingga dinding pos keamanan keliling—yang dibuat dari botol bekas air mineral. Bahkan, sampai yang bernilai ekonomis.

Lewat Bank Sampah hasil kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara PT Pegadaian, warga diajak menjadi nasabah plus. Aktivitas menabung sampah warga dikonversikan menjadi investasi dalam bentuk emas. Nama programnya dilabeli sebagai The Gade Clean & Gold. “Kita memang berharap pengolahan sampah tidak semena-mena berdampak pada lingkungan permukiman, tapi juga secara ekonomi atau livelihood,” kata Halim, Asisten Kota MK Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Sidoarjo.

Keberhasilan warga Ngaresrejo mengubah wajah lingkungan tak lepas dari antusiasme mereka mengikuti Program Pemerintah Daerah Sidoarjo (DLHK) yaitu Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH), kegiatan yang sejalan dengan Program Kotaku. Program tersebut mengedepankan kegiatan peduli lingkungan sekaligus menjadi wahana edukasi untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat agar peduli dan melestarikan lingkungan hidup. “Ke depan, kita ingin Desa Ngaresrejo ini menjadi desa wisata,” kata Kepala Desa Ngaresrejo Rusdi.

Dia berharap, niat menjadi Desa Wisata bakal membutuhkan uluran tangan banyak pihak. Lantaran itulah, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan setempat diimbau mendampingi Desa Ngares selangkah lebih maju mewujudkan cita-citanya. “Dengan kolaborasi kita sudah buktikan dapat mewujudkan permukiman layak huni, permukiman yang indah, dan livelihood,” ujar Fasilitator Kelurahan Sosial Program Kotaku untuk Desa Ngaresrejo Yazid.

Nah, Instagramer... Yuk ke Ngares!!! [Jatim

 

Penulis: Abd. Adjis, Koordinator Kota Sidoarjo, KMW/OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.