Beranda Warta Cerita Belajar Ikhlas dari Warga Alalak Selatan

Belajar Ikhlas dari Warga Alalak Selatan

Cerita Kalimantan Selatan Alalak Selatan Banjarmasin Banjarbaru Comments (0) View (307)

Melebarkan akses jalan utama di permukiman padat dengan mengorbankan luas rumah warga, tapi mereka tidak tampak keberatan, bahkan bergembira, tampaknya itulah yang terjadi di Kelurahan Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini terungkap ketika Tim Misi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berkunjung ke lokasi dampingan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) ini, pada Kamis (2/5).

Saat itu, salah seorang dari Tim Misi, yakni Principal Social Development Specialist AIIB Michaela S. Bergman menghampiri ibu-ibu warga Kelurahan Alalak Selatan yang sedang melakukan aktivitas pembuatan batik sasirangan. “Bagaimana tempat ibu dulu? Apakah sekarang senang?” tanya dia kepada ibu-ibu yang sedang berada di beranda rumah mereka.

“Oh, kami senang, karena tempat kami sekarang sudah bagus dan bersih, anak-anak juga senang bermain di sini. Pedagang bisa leluasa lalu lalang dan menjajajakan jualannya. Dulu jalan ini sempit dan tidak beraturan,” jawab mereka. Namun, itu juga artinya luas rumah mereka berkurang karena digunakan untuk jalan. Serempak, mereka menjawab “Oh, tidak apa-apa. Kan rumah kami jadi bersih dan indah, tidak kumuh seperti dulu.”

Adapun kunjungan Tim Misi, yang terdiri atas Principal Social Development Specialist AIIB Michaela S. Bergman, Sri Probo dari Bank Dunia, didampingi Pejabat Pembuat Komitmen Kotaku Wilayah 2 Mokhamad Fakhrur Rifqie, dan Tim Program Kotaku Wilayah 2 itu adalah guna mengetahui kemajuan kegiatan Program Kotaku dan belajar pengalaman pelaksanaan program. Kunjungan itu dilakukan ke Banjarmasin dan Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, pada 2 dan 3 Mei 2019.

Kunjungan Tim Misi AIIB disambut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin di Kantor Wali Kota Banjarmasin. Pada kesempatan tersebut Pemkot Banjarmasin memaparkan kondisi di Banjarmasin dulu dan kini setelah ada program, serta kemajuan dalam pengurangan kumuh. Kepala Balitbangda Kota Banjarmasin Sugito, menjelaskan bahwa masih terdapat tantangan dalam penyelesaian kumuh di Kota Banjarmasin.

Selain ke Alalak Selatan tim juga mengunjungi Kelurahan Sungai Bilu yang terkenal dengan “Kampung Hijau”-nya. Di lokasi ini Program Kotaku memfasilitasi air bersih, MCK, dan jalan lingkungan. Menurut Kepala Desa Sungai Bilu, pembanguan infrastruktur di lokasi ini dapat menumbuhkan ekonomi warganya. Setiap Sabtu dan Minggu wisatawan lokal berbondong-bondong datang untuk melihat kampung ini sekaligus berwisata kuliner. “Jadi warga sekarang bisa jualan makanan dan kerupuk untuk para pengunjung,” pungkasnya. Sedangkan menurut anggota BKM Sungai Bilu, selain Program Kotaku, pembangunan di wilayahnya juga diperoleh dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk CSR.

Lokasi terakhir yang dikunjungi tim adalah Kota Banjarbaru. Kelurahan Guntung Paikat dengan “Kampung Pelangi”-nya. Di sini Tim Misi belajar bagaimana kolaborasi dilakukan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan swasta bahu-membahu membangun kampung, menciptakan kota yang bisa membahagiakan warganya. [KMP-2]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Iroh Rohayati Fatah, TA Komunikasi KMP Kotaku wil. 2

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.