Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM Kolaborasi, Solusi PIM dan Pemda buat Polewali

Kolaborasi, Solusi PIM dan Pemda buat Polewali

Cerita Sulawesi Barat Polewali Mandar Comments (0) View (301)

Kawasan Ujung Kelurahan Polewali bersama tiga kelurahan lainnya yakni Kelurahan Manding, Darma, dan Kelurahan Sulewatang menjadi satu kawasan yang ada dalam daftar lokasi penerima Bantuan Pemerintah Masyarakat (BPM) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 1,5 miliar untuk Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Kawasan Ujung Polewali masuk dalam kategori kumuh ringan (33) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 156 Tahun 2017 dengan luas permukiman kumuh sebesar 4,34 hektare.

Area di pesisir Selat Makassar tersebut mencatat sederet kondisi permasalahan kekumuhan permukiman. Di antaranya, sarana dan prasarana pengelolaan sampah lingkungan tidak tersedia; saluran drainase rusak dan tidak terpelihara; kualitas permukaan jalan lingkungan tidak memadai karena sudah rusak dan terbuat dari tanah; sarana sanitasi tidak sesuai persyaratan teknis; akses air minum tidak mencukupi, layak, dan aman; hingga bangunan rumah tidak teratur dan tak layak huni. Tak hanya itu, masalah abrasi pantai pun kian mengikis kawasan permukiman di ujung Kelurahan Polewali.

Namun demikian, tak semua persoalan kumuh di wilayah tadi bisa diatasi. Kegiatan berbasis BPM 2019 diprioritaskan pada penanganan aspek sanitasi dan air minum. Sementara pembangunan jalan serta drainase lingkungan baru akan dilakukan setelah kedua persoalan utama tadi sudah terpenuhi. Bahkan hingga Maret 2019, alokasi dana BPM baru di tahap perencanaan. Tak semua kebutuhan penanganan masalah kumuh wilayah bisa ditangani pembiayaan BPM karena ketentuan program dan besaran anggaran yang dibutuhkan.

Ketidakpahaman inilah yang memicu aduan warga setempat. Pengaduan tersebut terekam dalam form aduan Pengelolaan Informasi dan Masalah (PIM) Program Kotaku tertanggal 12 Maret 2019 bernomor register 000876020119. Untunglah, Pemerintah Daerah Kelurahan Polewali segera beraksi dengan klarifikasi dan solusi menangani permasalahan. Perlahan namun pasti, kebutuhan warga diharapkan tetap bisa ditangani.

Persoalan sampah yang menjadi masalah utama dapat terselesaikan via kolaborasi yang melibatkan Bank Sulselbar melalui bantuan motor sampah dan bak sampah warga. Kegiatan tersebut telah terealisasi dalam waktu dekat, bersama Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Polewali Mandar yang bakal berperan aktif dengan bantuan berupa kontainer sampah.

Menurut rencana, pekerjaan rumah lainnya yang masih menanti ditangani akan diselesaikan melalui koordinasi dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar. Utamanya soal konsolidasi data perencanaan antarprogram di wilayah tersebut, agar tak tumpang tindih dalam penanganan permasalahan kumuh yang ada. Sementara soal pendanaan, kegiatan pembangunan lainnya akan diambil dari dana kelurahan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Polewali Mandar. [Sulbar]

 

Penulis: Muh. Fadli, Asisten Kota Kelembagaan dan Kolaborasi Kabupaten Polewali Mandar, OSP Kotaku Provinsi Sulawesi Barat

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait