Beranda Warta Cerita Jalan-jalan ke Kotaku: Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan

Jalan-jalan ke Kotaku: Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan

Cerita Kalimantan Utara Nunukan Tangki Septik Komunal Comments (0) View (70)

Permasalahan kumuh di Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, yang paling menyolok berada di RT 18 adalah masalah air bersih dan sanitasi. Selama ini warga mendapatkan air lewat pembelian dari mobil-mobil tangki. Jarak sumber air dari permukiman warga sekitar 3-5 kilometer. Selain air bersih, masalah lain adalah pembuangan limbah (kotoran manusia).

Kondisi selama ini masyarakat membuang hajat (kotoran) di tepi sungai, atau langsung dibuang di bawah rumah. Fasilitas kakus belum dilengkapi pembuangan atau tangki septik. Kondisi seperti ini tentunya rentan wabah penyakit. Umumnya penduduk permukiman di RT 18 hidup di atas rawa, dan ketika air sungai yang menjorok ke laut naik, segala jenis kotoran akan mengapung, termasuk juga salah satunya, kotoran manusia.

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Nunukan Timur bersama BKM Garuda Mandiri berupaya mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan sosialisasi kepada warga tentang hidup bersih dan sehat dan pembangunan infrastruktur berupa sarana air bersih, tempat sampah dan instalasi pengelolaan air limbah komunal yang dibangun di RT 18. Guna memenuhi kebutuhan air bersih, dibangun fasilitas sumur bor.

Kini persoalan air bersih mulai teratasi. Warga tidak perlu susah lagi membeli dan menunggu antrean mobil tangki. Air bersih ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci dan keperluan lainnya.

Pembangunan tangki septik komunal bisa mengatasi permasalahan sanitasi yang selama ini dihadapi sekitar 82 warga RT 18. Peletakan tangki septik komunal biasanya diposisikan di samping atau di belakang rumah warga, dan warga hanya melakukan penyambungan dari lokasi ke rumah masing-masing. Namun, yang dibangun dari Program Kotaku di RT 18 ini memanfaatkan lahan salah satu warga, kemudian di atasnya dibuat taman bermain untuk anak-anak. Alhasil, yang semula lingkungan terlihat kumuh, kini berubah lebih enak dilihat dan banyak manfaat. [Kaltara]

Dokumentasi lainnya:

Proses membangun tangki septik komunal Sebelum dibangun tangki septik komunal

Penulis: Tim Komunikasi OC Kotaku Kalimantan Utara

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.