Beranda Warta Berita Kotaku Jajaki Potensi Livelihood di Gampong Lamdingin

Kotaku Jajaki Potensi Livelihood di Gampong Lamdingin

Berita Aceh Kunjungan Kerja Banda Aceh Comments (0) View (191)

Kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman pendukung penghidupan masyarakat (livelihood) akan segera dilaksanakan secara luas. Untuk itu, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) melakukan uji coba konsep dan metodologi yang sudah disusun dengan melakukan praktik lapangan secara langsung, agar diperoleh kondisi aktual sekaligus mengetahui kekurangan dan kelebihan konsep dan metodologi yang sudah disusun menjadi POS Pembangunan Infrastruktur Permukiman Pendukung Penghidupan Masyarakat tersebut.

Lokasi yang dipilih sebagai contoh uji coba konsep dan metodologi ini adalah Gampong Lamdingin, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Menjajaki hal tersebut, Tim Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Kotaku wilayah 1 bertandang ke Banda Aceh dan bertemu dengan Pemda Kota Banda Aceh guna membicarakan kebijakan tata ruang dan pengembangan ekonomi Kota Banda Aceh, pada Kamis (16/5).

Hadir dalam acara tersebut, antara lain, staf ahli Wali Kota Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Banda Aceh, Sekretaris Wali Kota Bidang Perkim Kota Banda Aceh, Kadis Koperasi dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Kepala Bidang Tata Ruang Bappeda Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh, Tim Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), Asisten Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wil 1, Advisory NSUP Kotaku, dan KMP NSUP Kotaku.

Dari hasil diskusi itu, sejumlah informasi diperoleh, antara lain, terdapat pasar baru yang akan dikembangkan di Gampong Lampulo--tetangga dari Gampong Lamdingin. Pasar baru ini merupakan relokasi dari pedagang di Pasar Peunayong. Pemindahan ini akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini. Dengan adanya pemindahan pasar ini, Peunayong (yang semula pasar) akan dijadikan Pusat Kuliner di Banda Aceh, karena menurut studi yang dilakukan oleh Unsyiah, 51 persen usaha mikro yang ada di Banda Aceh adalah makanan (kuliner).

Informasi lainnya, dari sisi kebijakan ekonomi Gampong Lamdingin merupakan sentra perikanan (tambak Lele). Pemerintah pernah memberikan bantuan bibit dan teknologi pembuatan pakan ikan. Ada juga pengusaha ikan kayu (tongkol--red), yang merupkan produksi khas Aceh, tetapi jumlah pengusahanya tidak banyak (hanya dua orang). Produksi ikan kayu berpusat di Lampulo dan mayoritas usaha berada di gampong ini.

Di Lamdingin sendiri, usaha kuliner merupakan mayoritas usaha di gampong, dan umumnya usaha berskala mikro, di mana pekerjanya adalah anggota keluarga yang tidak dibayar. Sekalipun demikian, usaha mikro ini menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian penduduk Lamdingin. [KMP-1]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Tim KMP Kotaku wilayah 1

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.