Beranda Warta Cerita Perlahan Namun Pasti, Sumbangan Asahan buat Negeri

Perlahan Namun Pasti, Sumbangan Asahan buat Negeri

Cerita Sumatra Utara Asahan Comments (0) View (199)

Kabupaten Asahan tampak tak mau berlama-lama melepas predikat kumuh di wilayahnya. Buktinya, pemerintah kabupaten di Provinsi Sumatra Utara ini sudah siap beraksi mengakhiri tenggat 2019 untuk status kumuh di lima kelurahan di Kecamatan Kisaran Barat dengan total luas 25,15 hektare, yakni: Kelurahan Tebing Kisaran, Tegal Sari, Kisaran Barat, Kisaran Baru, dan Kelurahan Sendang Sari.

Menurut catatan Pemkab Asahan, penanganan kumuh hingga periode 2015-2018 sudah mencapai 24,61 ha, atau telah mengantongi 97,85 persen penanganan kumuh yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan nasional (APBN). Artinya sekarang, tinggal 0,54 ha lainnya yang harus dituntaskan pada tahun ini.

Secara nasional, total luasan kumuh yang harus tertangani sampai dengan 2019 adalah 38.431 ha. Total pencapaian penanganan kumuh periode 2015-2018 adalah sebesar 23.594 ha atau 62 persen dari total luasan kumuh skala nasional.

Keberhasilan Kabupaten Asahan dalam mengurangi kumuh wilayah adalah hasil kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sumut dan pemerintah pusat. Khususnya dalam strategi efektivitas pemanfaatan dana APBD yang diprioritaskan bagi wilayah kelurahan yang tercantum dalam Surat Keputusan Kumuh Kabupaten Asahan Nomor: 146-Bappeda-2017 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Asahan. Total kumuh di wilayah ini mencapai 98,19 ha yang tersebar di 16 kelurahan di Kecamatan Kisaran Barat dan Kecamatan Kisaran Timur.

Prioritas bantuan pemerintah pusat yang telah dikucurkan untuk penanganan kumuh mencapai sebesar Rp 7.800.000.000 (14,07 %). Sedangkan kontribusi dana kolaborasi dari dana APBD Pemprov Sumut dan Pemkab Asahan sebesar Rp 47.617.434.800 (85,92 %), dengan nilai total mencapai Rp 55.417.434.800 dalam kurun waktu 2015 hingga 2018.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Asahan pun tak ketinggalan berperan aktif. Mereka gencar menggandeng pemangku kepentingan lainnya seperti Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), akademisi, serta swasta lokal.

Selain keempat kelurahan di Kecamatan Kisaran Barat, seluruh hasil kolaborasi pun dialokasikan buat menangani kawasan kumuh di 16 kelurahan lain. Di antaranya di Kelurahan Tegal Sari, Sidodadi, Dadi Mulyo, Mekar Baru, Kisaran Kota, Sentang, Kedai Ledang, Kisaran Naga, Teladan, Lestari, Selawan, dan Mutiara dengan total luasan kumuh sebesar 63,43 ha. Harapannya, hingga 2019 ini, lebih dari setengah kelurahan tersebut sudah terbebas dari status kawasan kumuh, dan turut memberi kontribusi bagi besaran luas kumuh secara nasional. [Sumut]

 

Penulis: Eko Maulijar, Askot Mandiri Kabupaten Asahan OC Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.