Beranda Warta Cerita Kisah “Lomba” Berbagi di Aceh Besar

Kisah “Lomba” Berbagi di Aceh Besar

Cerita Aceh Aceh Besar Comments (0) View (139)

Kabupaten Aceh Besar memang punya sejarah unik, tepatnya bila menyoal penanganan kumuh di wilayah itu. Kabupaten yang bersebelahan dengan Kota Banda Aceh tersebut memiliki 23 kecamatan dengan 604 gampong [kampung]. Dari ke-23 kecamatan tadi, hanya satu kecamatan yang menjadi target dampingan Program Tanpa Kumuh (Kotaku): Kecamatan Krueng Barona Jaya. Karakteristik Kabupaten Aceh Besar pun dinilai agak berbeda ketimbang sebelas kabupaten lainnya di Provinsi Bumi Serambi Mekah.

Kabupaten Aceh Besar yang masuk dalam wilayah pencegahan sesuai Surat Keputusan Kumuh Bupati Aceh Besar Nomor 323 Tahun 2016 tentang Luasan Kumuh Kabupaten Aceh Besar, secara murni mengedepankan pemberdayaan sejak 2017. Misalnya, dengan strategi mengubah pola pikir masyarakat terutama dalam hal menjalankan pola hidup bersih dan sehat, menjaga lingkungan agar lebih tertata, dan bebas dari sampah. Intinya, ada tujuh indikator kumuh yang harus diselesaikan di wilayah ini. Dan penyelesaiannya, hanya bisa dicapai dengan mengedepankan kolaborasi.

Bersama PT Solusi Bangun Andalas (SBA), sebagai contoh. Melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) sudah mengalokasikan 150 unit tong sampah, akhir kuartal pertama 2019 ini. Keterlibatan SBA tampaknya memang tak setengah hati. Perusahaan yang sudah mengulurkan bantuan sejak setahun silam itu ikut terjun ke lapangan, memantau langsung pelaksanaan program di Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya.

Untuk mendukung sarana persampahan yang diberikan SBA, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Besar menyediakan satu unit motor sampah. The Pade Hotel pun tak mau ketinggalan, dengan memberikan dana Rp 10 juta untuk satu paket pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat setempat. Seluruh bantuan diberikan langsung dari donor dan penerima manfaat, disaksikan pelaku Program Kotaku dan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali dan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Aceh Besar.

Proses kolaborasi memang menjadi urat nadi penanganan kumuh di Kabupaten Aceh Besar.

Di tingkat gampong, langkah berikutnya adalah menyiapkan badan keswadayaan masyarakat (BKM). Kelompok ini bertugas menjaga aset yang ada, melalui pembentukan kelompok pemanfaat dan pemelihara (KPP), seperti di Gampong Meunasah Papeun. Gampong tersebut menjadi proyek percontohan bagi 603 gampong lainnya di Kabupaten Aceh Besar. [Aceh]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Maya Keumala Dewi, Asisten Kota Mandiri 05 Aceh Besar, OC Kotaku Provinsi Aceh

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.