Beranda Warta Cerita Warga Rum Balibunga Tangani Masalah Genangan Lewat PIM

Warga Rum Balibunga Tangani Masalah Genangan Lewat PIM

Cerita Praktik Baik PIM Maluku Utara Tidore Kepulauan Comments (0) View (81)

Fasilitas Pengelolaan Informasi dan Masalah (PIM) tidak melulu mengenai pengaduan terkait penyalahgunaan dana atau kegiatan yang tidak tepat sasaran, tapi juga menjadi ajang advokasi atas suatu permasalahan di lapangan. Seperti yang terjadi di Kelurahan Rum Balibunga, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Bermula dari kepedulian warga akan kondisi lingkungannya yang kerap kali tergenang air. Apalagi begitu memasuki musim hujan, semakin sering luapan air membanjiri permukiman penduduk.

Mukhlis, sebut saja begitu namanya, berinisiatif menggalang partisipasi dan gotong-royong membersihkan kanal yang tersumbat dan membuat jalur sementara pembuangan air. Pasalnya, kondisi banjir membuat aktivitas warga terhenti total, tidak bisa melaut dan berkebun. Seiring kunjungan lapangan Tim Fasilitator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Tidore Kepulauan ke lokasi pendampingan, Mukhlis pun mengadu dan mengharapkan penjelasan dari Fasilitator Infrastruktur terkait hal ini.

Menindaklanjutinya, Tim Fasilitator menyampaikan pengaduan ke PIM Pusat: Lingkungan permukiman RT 007/04 Kelurahan Rum Balibunga masih tergolong kumuh dan rawan genangan banjir. Kami sangat membutuhkan intervensi pendanaan untuk penanganan masalah genangan. Bagaimana potret lingkungan permukiman kami bisa berubah secepat agar menjadi lingkungan yang bersih, indah, tertata dan tidak lagi tergenangi? Kira-kira begitulah bunyi pengaduan tersebut.

Setelah berproses hingga ke PIM pusat, akhirnya solusi yang diberikan antara lain, cara terbaik yang dilakukan adalah mengubah perilaku hidup warga, menumbuhkan inovasi dan kreativitas. Penanganan masalah genangan melanda lingkungan permukiman membutuhkan relasi sosial dan mendorong keberpihakan pemerintah daerah (pemda) dalam Gerakan 100-0-100. Permasalahan lingkungan permukiman tidak akan terselesaikan jika proses penanganannya hanya melibatkan mereka terkena masalah, atau hanya mengharapkan skema pendanaan dari Program Kotaku saja dalam menyelesaikan perkara kritis. Segala bentuk sumberdaya dan modal kerja terus perlu didorong dan digerakkan untuk tujuan kemanusiaan. Gerakan menurunkan akselerasi pencapaian target 100-0-100 membutuhkan kerja sama semua pihak sebagai bagian dari upaya kolaborasi. Kegagalan membangun kolaborasi akan berakibat runtuhnya kepercayaan publik terhadap eksistensi program sebagai pionir pembangunan.

Solusi tersebut disampaikan kembali kepada pengadu. Hasilnya, permasalahan yang ada di lapangan sedikit demi sedikit teratasi dengan dilaksanakannya saran tersebut. [Malut]

 

Oleh: Firman Salim, ST, TA Monev OSP 8 Kotaku Provinsi Maluku Utara

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.