Beranda Warta Berita Kelola Sampah, Strategi Kota Manado Tangani Kumuh  

Kelola Sampah, Strategi Kota Manado Tangani Kumuh  

Berita Kota Manado Sulawesi Utara Kelola Sampah Lokakarya Sosialisasi Comments (0) View (251)

Salah satu Kebijakan daerah Kota Manado tentang penanganan kumuh selaras dengan hasil pendataan baseline Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2015, yakni bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian dari faktor penyebab kekumuhan di Kota Manado. Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Lokakarya Program Kotaku Kota Manado, di Kota Manado, pada Senin (22/7), yang dihadiri oleh sekitar 25 orang perwakilan anggota Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), camat dan lurah se-Kota Manado, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), pers, personel Kotaku OSP 08 Provinsi Sulawesi Utara dan Tim Korkot 01 Kotaku Kota Manado.

Dalam materi Kebijakan Daerah tentang Penanganan Kumuh yang dipaparkan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Manado Liny Tambayong disebutkan, penyebab munculnya persoalan sampah adalah jumlah timbunan sampah yang dihasilkan Kota Manado sebesar 1.535 meter kubik per hari atau 383 ton per hari belum terkelola dengan baik. Kedua, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo kolaps, sanitary landfill yang menjadi open dumping tertutup sampah kota akibat banjir yang terjadi pada 2014. Ketiga, sungai dan drainase penuh sampah.

Guna mengatasi hal tersebut, diterapkan berbagai kebijakan baik jangka pendek maupun jangka panjang di berbagai tingkatan. Mulai dari lingkungan, kelurahan, kecamatan dan tingkat kota. Untuk kebijakan jangka pendek, misalnya, telah dilakukan pengelolaan sampah berbasis kecamatan (Bank Sampah, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle atau TPS3R, dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST), pengadaan truk sampah, motor sampah, kubus apung, termasuk penerapan kebijakan penggunaan botol minum di kantor untuk semua Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam kegiatan infrastuktur Program KOTAKU Kota Manado skala Kawasan, salah satu yang diusulkan adalah TPST di Kawasan Singkil. Berbagai upaya perencanaannya telah dilakukan bersama dengan Pokja PKP Kota Manado. Senada itu, dalam materinya tentang Kebijakan Kotaku, Kepala Dinas Perkim Kota Manado Deysie Lumowa mewajibkan semua pihak harus siap mendukung terlaksananya kegiatan skala kawasan ini, baik dari segi safeguard lahan maupun safeguard sosial. “Jangan sampai anggaran sebesar Rp 25 miliar yang sudah tertata di Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Sulawesi Utara dikembalikan ke kas negara,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan lurah sebagai narasumber untuk berbagi cerita pengalaman mereka mendampingi Tim Kotaku dalam menyiapkan masyarakat untuk mendukung tercapainya pelaksanaan kegiatan skala kawasan di Kota Manado. Tujuannya, agar masyarakat benar-benar siap menerima perubahan. Karena diyakini, dampak dari kegiatan skala kawasan ini bukan hanya wajah kawasan saja yang berubah. Kehidupan sosial kemasyarakatan dan taraf hidup masyarakat yang berada di sekitarnya pun bisa menjadi lebih baik.

Adapun lokakarya ini dilaksanakan agar penyebaran informasi mengenai bagaimana kebijakan Program Kotaku serta capaian pelaksanaan di wilayah dampingan dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh seluruh unsur pembangunan yang ada, supaya penanganan kumuh tercapai. Salah satu kegiatan sosialisasi yang akan dilakukan untuk menunjang hal tersebut adalah lokakarya di tingkat kota/kabupaten. Dengan demikian, tujuan yang ingin dicapai dari lokakarya ini adalah khalayak memahami kebijakan program dan daerah dalam penanganan kumuh, khalayak mampu menyusun strategi pelaksanaan kegiatan skala kawasan dan mampu melakukan kolaborasi, khalayak mampu memetakan isu dan mekanisme koordinasi dan konsolidasi, Khalayak memahami penanganan tindak lanjut temuan hasil audit BPKP, dan khalayak memahami strategi komunikasi untuk penanganan kumuh. [Sulut]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Adri Mengko, ST, Askot KK Korkot 01 Manado, OSP 08 Kotaku Provinsi Sulawesi Utara

Editor: Theresia Wulansari/Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.