Beranda Warta Berita CERC Kota Palu Fokus pada SPAL dan SPAM

CERC Kota Palu Fokus pada SPAL dan SPAM

Berita CERC Kota Palu Sulawesi Tengah Comments (0) View (414)

Pelaksanaan Program Contingency Emergency Response Component (CERC) di Kota Palu harus fokus. Usulan kegiatan yang akan dilaksanakan jangan bias, melainkan diarahkan pada kegiatan Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Demikian ditegaskan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah Ferdinand Kana Lo dalam acara Pelatihan Tim Koordinator Kota dan Tim Fasilitator untuk Kegiatan CERC Kota Palu 2019, pada Selasa (23/7). Pelatihan yang digelar di Aula Kampoeng Nelayan, Hotel Café and Resto selama 23 – 29 Juli 2019 ini diikuti oleh 41 peserta yang terdiri atas Tim Korkot, Tim Fasilitator, dan Tim OSP 9 Sulawesi Tengah, didampingi Team Leader OSP 9 Kotaku Tasrief Sierra.

Lebih lanjut, Ferdinand berharap kegiatan sanitasi, khususnya pembangunan MCK Komunal, agar memerhatikan kualitas konstruksi dan topografi wilayah di Kota Palu, sehingga menjadi bangunan tahan gempa. Untuk itu dalam penyusunan desain perencanaan, Tim Fasilitator hendaknya memerhatikan desain perencanaan yang berbasis mitigasi bencana.

“Pembangunan MCK Komunal juga diarahkan untuk menekan laju pertumbuhan bakteri Escherichia Coli (E. Coli) yang ditengarai berkembang pada wilayah yang sarana sanitasinya tidak memenuhi standar. Pembangunan tangki septik komunal sebaiknya juga difungsikan untuk produksi bio gas, sehingga bisa meringankan beban ekonomi masyarakat,” ujar Ferdinand.

Ia juga berpesan, momentum pelatihan CERC ini dimanfaatkan dengan baik oleh Fasilitator. “Kami yakin, kami tak salah memilih ataupun salah tempat. Kami beri kesempatan berprestasi dalam menangani bidang yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan air minum, sanitasi, pengelolaan persampahan,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KOTAKU 1 Mokhamad Fakhrur Rifqie menegaskan, dalam penyusunan program kegiatan tidak boleh ada kegiatan lain sepanjang masalah sanitasi dan air bersih masih bermasalah. Ia melanjutkan, penyediaan sarana sanitasi dan air bersih sangat urgen dan mendasar. Untuk itu, implementasinya harus memenuhi kualifikasi standar teknis.

Bencana gempa bumi yang diikuti oleh peristiwa Tsunami dan likuifaksi yang terjadi di wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018 silam menimbulkan korban 1.619 korban jiwa, sekitar 2.500 jiwa korban luka yang membutuhkan perawatan lanjut, 59.450 jiwa mengungsi, 65.733 bangunan rusak, dan 2.790 unit rumah rusak parah/hilang. Pemerintah menetapkan untuk memberikan dukungan kegiatan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca bencana di Provinsi Sulawesi Tengah melalui Program Peningkatan Kumuh Nasional sesuai dokumen Emergency Response Operation Manual (EROM). Salah satu kegiatan pemanfaatan komponen dana tersebut adalah kegiatan Peningkatan Infrastruktur Permukiman Skala Lingkungan pada Kelurahan terdampak bencana di Kota Palu.

Tujuan kegiatan peningkatan kualitas infrastruktur skala lingkungan di lokasi pasca bencana adalah menata lingkungan dan permukiman yang terdampak bencana gempa dan tsunami, melalui perencanaan dan rehabilitasi­‐rekonstruksi prasarana sarana permukiman di lokasi pasca bencana terseleksi.

Melalui pelatihan Fasilitator ini, tujuan yang ingin dicapai adalah membangun pemahaman kepada peserta mengenai konsep penanggulangan bencana, membangun pemahaman mengenai pelaksanaan CERC Kota Palu, membangun pemahaman dan keterampilan kepada peserta untuk memfasilitasi kegiatan review perencanaan berbasis Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan penyiapan dokumen perencanaan teknis lokasi BPM Tahun 2019. Sedangkan keluaran yang diharapkan adalah peserta memahami konsep penanggulangan bencana, peserta memahami mekanisme pelaksanaan CERC Kota Palu, serta peserta mampu memfasilitasi tahapan kegiatan sosialisasi, review perencanaan, dan pelaksanaan kegiatan infrastruktur yang berbasis pengurangan risiko bencana. [Sulteng]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Khairul Fikry, Sub Komunikasi OSP 9 Kotaku Provinsi Sulawesi Tengah

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.