Beranda Warta Cerita Kampoeng Lampion Awan Bengi Berbenah 2019

Kampoeng Lampion Awan Bengi Berbenah 2019

Cerita Jawa Timur Kota Malang Jodipan Kampoeng Lampion Comments (0) View (113)

Kota Malang menjadi perbincangan hangat di berbagai belahan baik domestik maupun mancanegara. Selain kotanya yang dingin, juga hadir kampung tematik di sudut-sudut Kota Malang, menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Malang. Sebelum “Kampoeng Warna Warni” hadir dan terkenal, ada “Kampoeng Lampion”, yang sama-sama terletak di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Kampung ini membuat lampu lampion, hingga kini menjadi pusat produsen lampu lampu lampion secara home industry.

“Kampoeng Lampion Wangi” sering menerima pesanan di berbagai event-event besar dari pemda dan perusahaan-perusahaan swasta. Bahkan salah satu hasil kerajinan Kampoeng Lampion juga tercatat rekor MURI sebagai lampion raksasa.

Segala cara dilakukan untuk merawat “Kampoeng Lampion Wangi”—Awan Bengi, yang terletak di Jl. Ir. H. Juanda No. 26 Kelurahan Jodipan ini. Pada 2018 kawasan tersebut mendapatkan kucuran Bantuan Dana Investasi (BDI) sebesar Rp 1 miliar dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Malang. Dengan perencanaan yang ada, diupayakan untuk mencapai target 100-0-100 dengan pola penanganan pencegahan melalui pemberdayaan dan kesadaran perilaku masyarakat. Pada 2019, Program Kotaku dengan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) sebesar Rp 1 miliar, masyarakat punya kewajiban merencanakan berbagai bentuk kegiatan yang dapat mendukung “Kampoeng Lampion”.

Hal ini tampaknya mengundang tim dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia melakukan pemantauan dan monitoring pelaksanaan kegiatan Nasional Slum Upgrading Program (NSUP) Kotaku di kampung-kampung tematik yang berada di Kelurahan Jodipan.

Salah satu rombongan dari Bappenas adalah Plt Kasubdit Multilateral II Bappenas Thresia Nusantara. Selain memantau dan monitoring, rombongan juga bertemu langsung dengan masyarakat sekitar guna mendapatkan informasi dan transparansi kegiatan infrastruktur dasar, baik yang bersumber dari BDI, BPM, swadaya, dan juga CSR yang sudah dilakukan, maupun kegiatan yang masuk perencanaan 2019. “Dengan perencanaan 2019 melalui BPM, masyarakat harus lebih giat, bergotong-royong serta membangun kesadaran agar keberadaan Kampoeng Lampion Awana Bengi selalu eksis,” pesannya. [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Ali Utsman, Sub Komunikasi OSP Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.