Beranda Warta Cerita Kotaku NTB Genjot Penyangga KEK Mandalika

Kotaku NTB Genjot Penyangga KEK Mandalika

Cerita NTB Mandalika Lombok Tengah Comments (0) View (691)

Lombok Tengah (Loteng) masa kini adalah Loteng yang seksi. Beberapa tahun ke depan, daerah yang terletak di bagian tengah Pulau Seribu Masjid ini akan menjadi barometer pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), bahkan tingkat nasional. Betapa tidak, mega proyek Nasional berkategori superprioritas berada di tempat ini. Mulai dari proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika hingga rencana pembangunan sirkuit internasional MotoGP yang harus mulai beroperasi 2021 nanti, membuat Loteng jadi “rebutan” investasi bertaraf internasional.

Tidak kalah gempitanya, titik orbit mercusuar pembangunan NTB ini terus bersolek. Bandara Internasional Lombok, yang mulai beroperasi sejak November 2011 silam, kian mempercantik diri menyambut lalu-lalang tamu-tamu mancanegara yang berdatangan hendak berwisata menikmati eksotisme pariwasata—seperti Pantai Kute, Tiga Gili, Senggigi, Desa Wisata—atau pun untuk acara-acara resmi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng terus menggenjot program prioritas pariwisata dengan konsep ecotourism, khususnya untuk wilayah Kabupaten Loteng. Upaya pelestarian lingkungan, perbaikan infrastruktur dan tetek bengek pembangunan lainnya terus diikhtiarkan. Sebagai wujud peradaban urban baru, tentu saja, kawasan dengan motto “Tatas Tuhu Trasna” ini membutuhkan rencana tata ruang sosial dan tata kota yang juga indah dan eksotis.

Sementara itu, kini, Loteng masih dalam proses panjang perbaikan tata ruang. Masih banyak terlihat wilayah-wilayah kumuh kota yang tak sedap dipandang mata. Sebagai kawasan penyangga, desa/kelurahan di Loteng sudah semestinya mendapat perhatian dalam hal percepatan perbaikan tata ruang.

Dalam rapat tim, Team Leader Kotaku OSP 5 Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) NTB Nur Hadi menjelaskan urgensi percepatan pembenahan tata ruang kota Loteng, guna mengimbangi mega proyek pembangunan pemerintah pusat dan provinsi yang sedang digenjot di kawasan lingkar KEK Mandalika dan sekitarnya itu. “Saya kira, ini sangat perlu dipertimbangkan sebagai kerja-kerja serius Kotaku yang harus ditindaklanjuti tim OSP 5 NTB,” tegasnya saat rapat di Kantor Kotaku OSP 5 NTB, di Mataram, pada Senin (29/7).

Sosialisasi BPM di Jantung Loteng Berjalan Semarak

Sementara itu, menyambut percepatan pembangunan di atas, Program Kotaku Loteng terus bergegas. Tahapan pelaksanaan kegiatan Program Kotaku 2019 di Loteng, seperti disampaikan Askot Mandiri Loteng L. Mohamad Mayadi, berlanjut dengan kegiatan sosialisasi pemanfaatan Bantuan Dana dari Pemerintah (BPM) di tingkat basis secara serempak di tiga kelurahan. Dari 26 kelurahan di dua kecamatan lokasi Program Kotaku di Loteng tahun ini yang mendapatkan dana BPM hanya tiga kelurahan, yaitu: Prapen, Tiwugalih, dan Semayandi. Ketiganya berlokasi di Kecamatan Praya, yang merupakan jantung kota di Loteng.

Berdasarkan skedul yang ada, lanjut Mayadi, pelaksanaan kegiatan pemanfaatan BPM 2019 untuk Loteng di tiga kelurahan ini akan dimulai pada minggu ketiga Agustus. Seluruh proses perencanaan bersama masyarakat sudah selesai dilaksanakan, baik menyangkut pra design dan Detail Engineering Design (DED) kegiatan sudah disiapkan. Adapun minggu ini, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bersama masyarakat telah sepakat untuk mulai penyiapan dan pembersihan lahan (land clearing), sehingga saat dana sudah keluar, dapat dimanfaatkan sesuai rencana.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di masing-masing lokasi terdeliniasi. Di Lingkungan Kualakagik, Kelurahan Prapen, misalnya, para stakeholder kelurahan, seperti Lurah Prapen, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga menghadiri kegiatan tersebut. Tampak antusiasme masyarakat mendengarkan paparan fasilitator. Interaksi antara warga dan fasilitator terbilang santai dan berbaur interaktif. Meski demikian, masyarakat tetap serius menyimak paparan demi paparan, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka tanpa sekat. Begitu pula dengan Kelurahan Tiwugalih di Lingkungan Ganti, dan Kelurahan Semayan di Lingkungan Propok dihadiri juga oleh masing-masing lurah.

Sosialisasi yang dilakukan di tiga kelurahan di Kecamatan Praya tersebut berjalan dengan baik dan semarak. Berbagai pertanyaan warga dijawab dengan lancar, dan ini memuaskan mereka. Masyarakat kelurahan, menurut fasilitator, merupakan salah satu pelaku utama pada pembangunan tingkat kelurahan. Mereka mempunyai hak dan kewajiban dalam seluruh proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penataan lingkungan permukiman di masing-masing lingkungannya. Setiap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan dan keberlanjutan program menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen warga.

Fasilitator juga menjelaskan tujuan Program Kotaku adalah memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur permukiman sesuai dengan 7+1 indikator kumuh. Indikator tersebut, antara lain, Keteraturan bangunan gedung, akses jalan lingkungan, penyediaan air layak minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, pengamanan kebakaran, dan ruang terbuka publik.

Penanganan permukiman kumuh membutuhkan kolaborasi multisektor dari berbagai pihak yang punya potensi untuk mengerahkan beragam sumber daya dan dana dari tingkat pusat, provinsi kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan hingga masyarakat. Kolaborasi juga bisa dilakukan dengan lembaga swasta yang konsen pada penanganan kumuh untuk melakukan kolaborasi guna meningkatkan kualitas permukiman di wilayah masing-masing, sehingga 0% kumuh sampai 2019 dapat terwujud.

Pada kesempatan tersebut, fasilitator juga menjelaskan, dengan kegiatan sosialisasi ini BKM dan masyarakat dapat mengetahui cara mengembangkan jaringan komunikasi serta informasi penanganan kumuh. Termasuk bagaimana meningkatkan peran dan fungsi stakeholder terhadap pencapaian target 100-0-100, yakni 100 persen air minum, 0 persen kumuh, dan 100 persen penyediaan akses sanitasi layak.

Selanjutnya, melalui layar slide ditampilkan pra design masing-masing lingkungan, sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi lingkungannya sebelum dan sesudah diintervensi oleh program Kotaku. Pun demikian, masyarakat bisa memberikan masukan terhadap perencanaan yang ditampilkan sesuai dengan konsep penanganan yang sudah disepakati bersama.

Harapan dan Apresiasi Masyarakat

Antusiasme masyarakat terhadap program Kotaku NTB sangat besar. Masyarakat sangat mengapresiasi upaya Tim Kotaku terhadap penanganan kumuh di Loteng. Yang menarik, dalam sesi diskusi dan tanya jawab antara fasilitator dan masyarakat, berbagai masukan meluncur deras. Substansi yang disampaikan masyarakat hampir seragam. Mereka mengeluhkan kondisi lingkungan masing-masing yang masih saja kumuh, tidak tertata dengan baik dan keinginan yang besar untuk berubah menjadi lingkungan yang baik dan lestari. Bagi mereka, program Kotaku akan sangat membantu penanganan kumuh jika dilaksanakan.

Lurah Prapen H. L. Samsul Hilal, misalnya, sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi sekaligus berterima kasih kepada pemerintah pusat yang kembali mengalokasikan dana untuk Kelurahan Prapen tahun ini. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut terlibat langsung dalam penanganan kumuh di lingkungan masing-masing. Kota Praya dan Kelurahan Prapen khususnya, lanjut dia, akan menjadi sorotan bukan hanya pengunjung skala nasional tetapi juga internasional. Karena posisi Kelurahan Prapen terletak di jantung kota, yang notabene bagian dari kota penyangga KEK Mandalika dan proyek MotoGP yang sedang menjadi buah bibir khalayak nasional.

“Layaknya Buku Kelurahan, Prapen ini adalah lembar pertama yang terlihat,” kata H.L. Samsul Hilal. Oleh karena itu, ia sangat berharap dana BPM tahun ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh BKM bersama masyarakat. “Target kita tahun ini kumuh di Kelurahan Prapen dapat menjadi 0 persen,” tandasnya. [NTB]

 

Oleh: Astar Hadi, Sub TA Komunikasi OSP 5 Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Barat

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.