Beranda Warta Cerita TPS3R Picu Perubahan Perilaku di Pakulonan

TPS3R Picu Perubahan Perilaku di Pakulonan

Cerita Banten Tangerang Selatan TPS3R Pengelolaan Sampah Comments (0) View (77)

Sebelum penataan

Dahulu, lingkungan Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten menghadapi masalah sampah akibat kurangnya kepedulian warga sekitar atas kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. Kemudian Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) masuk dan Pakulonan mendapatkan Bantuan Dana Investasi (BDI) pada 2018, yang digunakan untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) di RT 005/RW 002, Kelurahan Pakulonan. Tujuan pembangunan TPS3R ini adalah memberikan sarana kepada masyarakat di kawasan permukiman padat perkotaan yang ingin melaksanakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sesuai pilihan dan kondisi lingkungan sekitar mereka.

Pembangunan TPS3R dikerjakan di lahan fasilitas sosial dan umum, yang merupakan hibah dari PT. Alam Sutera di wilayah Kelurahan Pakulonan seluas 1.378 meter persegi di RT 005/RW 002. Lahan ini sudah dihibahkan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Pembangunan TPS3R menggunakan dana BDI 2018 sebesar Rp 337,9 juta dengan fasilitas sebesar 12 meter x 9 meter, dan 4 meter x 6,5 meter. Penerima manfaat kegiatan ini sebanyak 180 KK.

Awalnya masyarakat sekitar menyepakati dibangunnya TPS3R. Namun di tengah perjalanannya, ada penolakan dari beberapa kelompok masyarakat. Hal ini menyebabkan pekerjaan sempat terhenti selama beberapa hari. Kemudian dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, antara lain, lurah dan camat. masyarakat diajak untuk diskusi bersama. Langkah selanjutnya, dilakukan pendekatan yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat. Kesepakatan yang dihasilkan, antara lain, jika pengelolaan TPS3R ini menimbulkan bau dan terbengkalai maka pengelolaan harus dihentikan. Akhirnya pembangunan dilanjutkan kembali dan rampung pada Oktober 2018.

Di lingkungan TPS3R Pakulonan ini juga dibangun Ruang Terbuka Publik (RTP), yang juga didanai BDI 2018. Pemanfaatannya pun sudah dapat dirasakan warga sekitar. Kini TPS3R dikelola oleh Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) yang sudah terbentuk dan berjalan. Kesadaran warga dalam membuang sampah juga membaik berkat adanya TPS3R. Warga, bersama TPS3R belajar mengelola sampah secara lebih bijak mulai dari rumah. Sampah juga dipilah: sampah organik, non organik, dan residu. Sampah non organik, berupa sampah plastik, kardus, dan lain-lain, bisa dijual. Sampah organik sudah diolah dan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos yang digunakan oleh kelompok tani sekitar. Sedangkan residunya ditarik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan. Lebih lanjut, pemanfaatan TPS3R ini masih tetap harus didukung, dibina, dan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup maupun pihak swasta guna pengembangan usaha juga pemasaran hasil usahanya. [Banten]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Tim Komunikasi KMW/OC Kotaku Provinsi Banten

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.