Beranda Warta Cerita Pasca Gempa, Warga Silae Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Air Bersih

Pasca Gempa, Warga Silae Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Air Bersih

Cerita Sulawesi Tengah Sulteng Palu Sanitasi Air Bersih Comments (0) View (356)

Pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi yang mengguncang daerah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dan sekitarnya 28 September 2018 silam menyisakan masalah air bersih. Salah satunya di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. Ketika Tim Fasilitator Kotaku Kota Palu turun ke Kelurahan Silae, pada Senin (5/8) sore, diketahui kondisi air bersih dan sanitasi yang ada di lingkungan kelurahan. Ketua Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) Kelurahan Silae Nilawati, yang mendampingi Tim Fasilitator mengunjungi lokasi, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Menurutnya, hingga kini layanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum normal. Apa yang diungkapakan Nila menjadi nyata ketika tepat pukul 16.45 kami menyaksikan seorang ibu, warga di RT001/RW002 mendorong arko berisi empat buah jeriken. Rupanya, setiap pagi dan sore ibu ini harus mencari air ke tempat-tempat yang terdapat mata air.

Karena penasaran, kami mengikutinya hingga mencapai tempat pengambilan air. Lebih dari 1 km perjalanan yang harus ditempuh si ibu, dari rumahnya ke lokasi pengambilan air. Air yang dialirkan dari pipa 0,5 inchi itu rupanya bersumber dari pipa induk, tapi kami belum bisa memastikan instansi pemilik jaringan pipa tersebut.

Masyarakat menengah ke atas mungkin memiliki kemampuan untuk membeli air dari mobil tangki seharga Rp250.000 per tangki, atau membeli air galon isi ulang di depot sekitar rumah khusus untuk air yang dikonsumsi. Namun masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah, jangankan untuk beli air, untuk makan saja kesulitan. Walhasil, mereka menggunakan air yang bersumber dari pipa itu untuk kebutuhan sehari-hari: minum, memasak, dan mencuci.

Selain masalah di atas, Kelurahan Silae yang kini berjumlah dua puluh tiga RT ini juga menghadapi masalah drainase. Kedua sisi jalan lingkungan RT 001/RW 001 sepanjang 800 meter itu tidak memiliki drainase. Permasalahan lain yang dikemukakan Nila, tidak semua rumah tangga memiliki bak peresapan untuk limbah padat.

Selebihnya, Nila berharap, dengan penyampaian masalah-masalah infrastruktur yang ada di Kelurahan Silae melalui Tim Fasilitator Kotaku akan ditemukan solusi dan rencana penanganan untuk segera direalisaikan. Utamanya masalah air bersih yang merupakan kebutuhan dasar. [Sulteng]

Penulis: Ayu Lestari, S.T., Fasilitator Teknik TF-05 KMW/OSP KOTAKU Sulawesi Tengah

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.