Beranda Warta Cerita Jalan-jalan ke Kotaku: Kelurahan Tanjung Gusta, Kota Medan

Jalan-jalan ke Kotaku: Kelurahan Tanjung Gusta, Kota Medan

Cerita Sumatra Utara Medan Tanjung Gusta Infrastruktur Comments (0) View (41)

Permasalahan kekumuhan yang dihadapi Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, khususnya di Lingkungan 1, adalah jalan lingkungan yang rusak dan sebagian masih berupa jalan tanah. Akses warga untuk mobilisasi sehari-hari terganggu karena jalan yang mereka miliki tidak nyaman untuk dilalui, utamanya ketika musim hujan tiba. Drainase yang tidak memadai juga memperparah kondisi lingkungan.

Selain jalan dan drainase, masalah lainnya adalah akses air bersih. Sumber air bersih terdekat ada di lingkungan lain. Jikapun ada sungai di sekitar lokasi, kondisi airnya tidak layak dikonsumsi. Hanya beberapa rumah tangga saja yang sudah memiliki akses air bersih melalui sumur bor. Mayoritas warga tidak memilikinya karena biaya pembuatan sumur bor cukup mahal.

Melalui Bantuan Dana Investasi (BDI) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2018, pembangunan akses jalan sepanjang 386 meter dan drainasenya di Lingkungan 1 Kelurahan Tanjung Gusta, bisa terlaksana. Kegiatan ini bermanfaat bagi 43 KK kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari total 49 KK warga Lingkungan 1. Total nilai BDI Kotaku untuk pembangunan jalan ini adalah sebesar Rp 106.294.800 dengan swadaya masyarakat sebesar Rp 2.200.000.

Sementara itu, di Lingkungan 3, dilakukan pembangunan sumur bor dan menara air, yang dimanfaatkan langsung oleh 43 KK MBR dari total 50 KK warga Lingkungan 3. Total BDI untuk pembangunan sumur bor ini sebesar Rp 43.951.800 ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp 900.000.

Kini, jalan lingkungan dan drainase di Lingkungan 1, dan akses air bersih di Lingkungan 3 Kelurahan Tanjung Gusta sudah memadai. Jalan terlihat rapi dan nyaman sebagai akses aktivitas warga setempat. Terpenting, jalan tidak lagi becek. Air limpasan hujan juga tidak masuk, apalagi membanjiri rumah warga.

Akses masyarakat atas air bersih juga tercukupi. Masing-masing KK bisa mengambil air dengan membawa ember atau jeriken. Ada juga yang langsung menyambungkan selang/pipa ke rumahnya masing-masing. Sedangkan untuk pemeliharaan dan biaya listrik, warga mengumpulkan iuran rutin. Dan secara berkala, masyarakat juga merawat dan membersihkan tangki penampungan air. [Sumut]

Dokumentasi lainnya:

Sebelum perbaikan jalan dan drainase Setelah perbaikan jalan dan drainase

 

Penulis: Tim Komunikasi OC Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.