Beranda Warta Cerita Lansia Pun Eksis Kelola MCK Plus

Lansia Pun Eksis Kelola MCK Plus

Cerita Lansia MCK Umum Infrastruktur Jawa Tengah Tegal Comments (0) View (290)

Pertama masuk ke lokasi MCK Plus Bersih Sehat di RW 02 Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, kita akan segera disambut semilir pepohonan dan desir angin dari rimbunnya pohon bambu yang ada di sekitar bangunan MCK. Bagi orang luar yang baru masuk pasti mengira itu bangunan PAUD, karena lokasinya yang asri, bersih, dengan warna cat dinding menyolok. Bangunan seluas 54 meter persegi itu menempati lahan tanah wakaf, dan berdiri di tepi Sungai Gung yang membelah Kota Tegal.

Bangunan tersebut terdiri dari lima ruangan: satu ruangan untuk cuci, empat ruangan lainnya untuk MCK. Salah satu dari empat ruang itu khusus diperuntukkan bagi para lansia dan penyandang disabilitas. Jalan masuk ke MCK juga dibuat landai, sehingga memudahkan para penyandang disabilitas untuk menggunakan fasilitas MCK.

Satu hal yang membanggakan, MCK tetap eksis berkat tangan dingin para lansia, yang merupakan binaan dari Dinas Kesehatan Kota Tegal. Setelah selesai dibangun dari dana BDi 2018 sebesar Rp 94.434.000 dan swadaya masyarakat sebesar Rp 6.326.000, bangunan itu diserahkan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kemudian PPK menyerahkannya kepada Kelompok Pemanfaat Pemelihara (KPP) Sultan Agung, yang diketuai oleh Bowo Nugroho. Dalam pengelolaannya, KPP berkolaborasi dengan anggota Kelompok Lansia (Poksila) binaan Dinkes yang mayoritas beranggotakan ibu-ibu.

MCK Plus digunakan oleh warga di RW 02 dan sebagian warga RW 03, sejumlah 142 KK atau 346 jiwa. KPP Sultan Agung membuat aturan bersama yang disepakati oleh warga dengan keterlibatan secara aktif kaum perempuan dalam mengambil keputusan bersama, maupun dalam pengelolaan keuangan. Poksila berperan sebagai seksi usaha yang secara rutin menghimpun dana dari warga. Sumber dana untuk pemeliharaan dan pembayaran listrik diperoleh dari donatur tetap (60 orang) dan donatur tidak tetap (20 orang) serta sumbangan sukarela dari pengguna sebesar Rp 2.000 per orang setiap kali mereka menggunakan fasilitas. Dana yang terkumpul setiap bulannya mencapai sekitar Rp 600.000. Pendapatan tersebut digunakan untuk memberi honor petugas kebersihan dan membayar rekening listrik sekitar Rp 350.000 per bulan.

Hingga kini pengurus KPP yang berjumlah 10 orang itu masih rutin mengadakan pertemuan dengan warga untuk menyampaikan pelaporan dan rembuk lainnya di tingkat RW. KPP pun sudah memiliki pencatatan pembukuan mesti masih sederhana. Belajar dari KPP Sultan Agung ini kita bias memetik pelajaran bahwa lansia pun masih mampu eksis berkiprah di lingkungannya, sepanjang mereka dianggap sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan. Dari wajah yang terpancar dari para pengurus, mereka benar-benar guyub dan ikhlas demi lingkungah mereka yang bersih bebas masalah sanitasi. [Jateng]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Bambang Rudihartono, SE, Koordinator Kota Tegal, OSP Kotaku Provinsi Jawa Tengah

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.