Beranda Warta Berita Pemda DIY: Kolaborasi Krusial Tangani Kumuh

Pemda DIY: Kolaborasi Krusial Tangani Kumuh

Berita DIY Yogyakarta Workshop Comments (0) View (220)

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)—baik sumber daya manusia dan anggaran—baru mampu menangani 28,9 persen dari keseluruhan area penanganan kumuh. Surat Keputusan Kota DIY dan Kabupaten DIY 2016 mendata ada 965,43 hektare luas area yang menjadi kawasan kumuh yang akan diintervensi, di luar pencegahan, di seluruh wilayah yang ada. “Keterlibatan semua pihak menjadi hal yang krusial. Perlu pendekatan kolaboratif dalam menangani kawasan kumuh," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Aris Prasena, dalam pembukaan Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh Tingkat Provinsi di Hotel Tara Yogyakarta, Selasa (13/8).

Aris menyakini, workshop yang dihadiri banyak unsur pemangku kepentingan di Kota Pelajar ini adalah sarana kolaboratif program. Tujuannya jelas, untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas penanganan kumuh, khususnya di wilayah DIY.

Tak heran bila peserta lokakarya terdiri atas perwakilan banyak pihak. Di antaranya perwakilan Bappeda DIY, Kelompok Kerja (Pokja) Pokja Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) se-DIY, wakil Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY, Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Prasarana Permukiman DIY, pemangku kepentingan dari Kota Gudeg, Tim Oversight Service Provider (OSP) Program Kotaku, Tim Koordinator Kota (Korkot) Program Kotaku, dan Tim Asisten Kota (Askot) Program Kotaku.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY Tri Rahayu mengamini Aris. Dia menggarisbawahi bahwa langkah kolaborasi penanganan kumuh bisa dilakukan melalui tiga hal: pencegahan, peningkatan kualitas, dan pengelolaan. Pencegahan mengandung makna terjemahan untuk pengawasan, pengendalian, maupun pemberdayaan masyarakat. Peningkatan kualitas bisa diwujudkan dalam bentuk pemugaran, peremajaan, hingga permukiman kembali. Sedangkan pencegahan mampu dilaksanakan melalui pengawasan dan pengendalian, beserta pemberdayaan masyarakat.

Lokakarya kali ini juga menampilkan produk-produk karya badan keswadayaan masyarakat (BKM) maupun kelompok swadaya masyarakat (KSM) wilayah dampingan Program Kotaku setempat. Baik produk kebutuhan rumah tangga, seperti tas, sandal, baju, kain, dan alat dapur, juga hasil olahan pangan, seperti peyek, adrem, gula jawa, dan lain sebagainya.

Dalam paparan sesi kedua terkait strategi komunikasi (strakom) Program Kotaku periode 2019, Team Leader OSP 2 DIY Imam Santoso, menyampaikan bahwa strakom bertujuan mendukung pencapaian target Program Kotaku. Yakni, meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan untuk mewujudkan permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan.

“Satu di antaranya dengan media massa yang dijadikan sebagai media publikasi,” kata Imam, saat peluncuran Koran Kotaku Istimewa secara simbolis. Koran Kotaku Istimewa ini adalah alat sosialisasi program yang diharapkan dapat mempercepat penanganan kumuh. Di sisi lainnya, Program Kotaku juga sudah mengaktifkan sejumlah akun media sosial, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, sejak lama sebagai media sosialisasi penanganan kumuh. [DIY]

Dokumentasi lainnya:

 

Penulis: Eka Ariyanti, Supporting Staff OSP Provinsi Kotaku DI Yogyakarta

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.