Beranda Warta Cerita Desa Loa Janan, Bukti Sosialisasi Berbuah Sukses

Desa Loa Janan, Bukti Sosialisasi Berbuah Sukses

Cerita Kalimantan Timur Kutai Kartanegara Sosialisasi Kolaborasi Comments (0) View (191)

Pada suatu waktu, kotoran berserakan dan bau menyengat adalah warna keseharian lingkungan di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Lokasi permukiman—khususnya RT 09—yang terletak di daerah rawa dan berdekatan dengan sungai menjadikan kondisi lingkungan tak tertata menjadi kumuh sempurna. Seluruh buangan sampah dan limbah dialirkan dan dibuang langsung ke bawah kolong rumah. Tak ada saluran drainase, atau pembuangan dari limbah rumah tangga dan dari sarana mandi cuci kakus.

Berdasarkan Surat Keputusan Kumuh Bupati Kutai Kartanegara 2016, Desa Loa Janan Ulu acap kali masuk wilayah prioritas pembangunan infrastruktur penanganan kumuh. Anggarannya dimulai sejak era Bantuan Dana Investasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat, Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga Bantuan Pemerintah Masyarakat (BPM) Program Kotaku pada 2019 ini.

Satu kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di RT 09 adalah pembuatan drainase sepanjang 157 meter dengan alokasi dana Rp 917 juta dari BPM 2019. Pembangunan drainase itu dilakukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Berseri dan dikerjakan 15 orang tenaga kerja plus bantuan masyarakat sekitar. Total dana yang dialokasikan dari BPM 2019 sebesar Rp 914.500.000 ditambah Rp 2.500.000 hasil urunan masyarakat setempat. Penerima manfaat langsung infrastruktur tersebut adalah 496 jiwa, yang terdiri dari 258 laki-laki dan 238 orang perempuan.

Satu kendala yang muncul saat pembangunan adalah kondisi rumah yang tak tertata. Ada yang menjorok masuk ke badan sungai, sementara beberapa lainnya saling berhimpit dinding. Keberadaan bangunan yang tak tertata ini berpeluang menimbulkan masalah sosial yang serius.

Alhasil, agenda sosialisasi program dipilih menjadi langkah awal strategis, kepada aparat desa dan perwakilan masyarakat. Di antaranya beberapa kali menggelar pertemuan di Kantor Desa Loa Janan Ulu, termasuk pertemuan rutin di balai pertemuan warga, serta pertemuan informal lainnya dengan mendatangi tokoh masyarakat dan anggota masyarakat yang terkena dampak langsung pembangunan drainase.

Niat perubahan tadi tentu tak serta merta langsung diamini. Khususnya, bagi pemilik rumah yang bakal ‘dipangkas’ untuk dijadikan lahan jalur drainase: di sebagian sisi dapur atau kamar mandi.

Untunglah, sosialisasi kolaborasi Tim Fasilitator Program Kotaku, BKM, tokoh masyarakat, dan aparat desa membuahkan hasil. Sebagian warga RT 09 yang memiliki rumah di jalur pembangunan drainase merelakan sisi rumahnya untuk penataan dan perbaikan saluran drainase. Bahkan dengan sukarela, para pemilik rumah membantu tukang membongkar area rumah yang menjorok ke sungai selebar 1-2 meter. “Warga juga menyiapkan sebagian bahan bangunan untuk pembangunan kembali rumah mereka,” kata Tarto, ketua KSM Berseri. Berdasarkan pendataan, jumlah rumah yang terkena dampak langsung pembangunan drainase mencapai sebanyak 80-an unit.

Hingga berita ini ditulis, proses pembangunan saluran drainase lingkungan di RT 09, Desa Loa Janan Ulu masih berlangsung. Sedianya, lama pembangunan bakal memakan waktu 210 hari kerja, mulai 21 Mei hingga 15 Desember. Menurut perencanaan desain, di atas saluran drainase akan dibangun jalan setapak beserta tanaman di masing-masing jalurnya untuk memperindah kampung. [Kaltim]


Penulis:Tim FIC OSP Kotaku Provinsi Kalimantan Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.