Beranda Warta Berita Fokuskan Tata Skala Kawasan ke Penanganan Kumuh, bukan Beautifikasi

Fokuskan Tata Skala Kawasan ke Penanganan Kumuh, bukan Beautifikasi

Berita Pusat Workshop Comments (0) View (200)

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kotaku 1 Mokhamad Fakhrur Rifqie kembali mengingatkan bahwa Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) ada untuk menangani kekumuhan. Untuk itu hendaknya semua perencanaan penataan kawasan lebih fokus pada upaya pengurangan kumuh, bukan ke beautifikasi. Ia juga mengimbau agar Tim Technical Management Consultant (TMC) lebih mampu berperan terkait proses review dokumen detail engineering design (DED) skala kawasan di lokasi dampingannya. Begitu juga dengan Tim Konsultan Manajemen Pusat (KMP), diharapkan lebih mampu berkoordinasi dengan Tim Kotaku di lapangan, hingga bisa memberikan rekomendasi paling tepat kepada pihak pusat.

Hal itu disampaikan Rifqie di hadapan peserta Workshop Persiapan Pelaksanaan Skala Kawasan National Slum Upgrading Program (NSUP) Program Kotaku di Jakarta Selatan, Rabu (21/8). Kegiatan ini diikuti 121 peserta dari Tim Balai Prasaran Permukiman Wilayah (PPW), Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi, PPK PKP Provinsi, Tim Teknis Provinsi, Tim Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), KMP, Advisory, Tim TMC (Regional), CE kabupaten/kota, Drafter kabupaten/kota, dan Askot Urban Planner kabupaten/kota.

Workshop dilaksanakan guna memastikan kesiapan daerah dalam melaksanakan kegiatan skala kawasan di wilayah masing-masing. Investasi Infrastruktur Skala Kawasan ditujukan untuk perbaikan atau peningkatan kualitas infrastruktur yang bersifat jaringan dengan pelayanan yang terkoneksi pada kawasan permukiman kumuh. Tujuan yang ingin dicapai melalui workshop adalah pembahasan dan finalisasi dokumen desain kawasan, dokumen teknis, dan dokumen safeguard di 21 kabupaten/kota. Sedangkan output yang ingin dicapai adalah dokumen perencanaan skala kawasan hasil revisi, meliputi dokumen desain kawasan, dokumen teknis, dan dokumen safeguard di 21 kabupaten/kota.

Adapun 21 kabupaten/kota lokasi sasaran yang ditargetkan untuk mulai lelang kegiatan pada Oktober 2019 ini adalah Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kota Tegal, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Wonosobo di Provinsi Jawa Tengah. Kota Surabaya dan Kota Probolinggo di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Lombok Timur dan Kota Bima di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Kota Banjarmasin, Kabupaten Kota Baru, dan Kabupaten Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan. Kota Makassar dan Kabupaten Gowa di Provinsi Sulawesi Selatan. Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Kota Ambon dan Kota Tual di Provinsi Maluku. Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Dan, Kota Sorong, Provinsi Papua. [Redaksi]

 

Dokumentasi lainnya:

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.