Beranda Warta Cerita Kampungku Terisolir di Tengah Keramaian

Kampungku Terisolir di Tengah Keramaian

Cerita Jambi OKH Infrastruktur Comments (0) View (324)
Jalan di OKH setelah diperbaiki

Permukiman Kelurahan Orang Kayo Hitam (OKH), Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi terbilang terisolir karena perkampungannya berada di belakang pusat pasar di Kota Jambi. Rumah-rumah berada di belakang deretan ruko-ruko yang tidak terpisah. Hanya lorong-lorong kecil saja yang menjadi akses jalan masuk ke perkampungan tersebut. Kelurahan OKH memiliki kontur tanah yang curam, mengingat letaknya di daerah rawa di pinggiran Sungai Asam, yang saat ini kondisinya lebih seperti kali kecil tidak terawat. Permukiman  rata-rata berupa rumah panggung dengan jalan lingkungan terbuat dari kayu bertiang.

RT 11 Kelurahan OKH menjadi prioritas penanganan. Akses jalan eksisting memang beraspal, tapi kondisinya mengkhawatirkan. Masyarakat berupaya memperbaiki kerusakan jalan secara mandiri. Sayang, itu belum dapat menyelesaikan persoalan sepenuhnya. Akhirnya, masalah ini disampaikan Koordinator BKM Kelurahan OKH Wak Hasan (alm). Tindak lanjutnya, dilakukan survei bersama Tim Fasilitator Kotaku. Belakangan diketahui penyebab jalan tersebut selalu rusak akibat tiadanya drainase di jalan tersebut. Air yang menggenang saat hujan membuat jalan cepat rusak.

Pada 2018 dilakukan perbaikan jalan  dan pembuatan drainase tertutup dengan tidak mengurangi lebar jalan. Melalui Bantuan Dana Investasi (BDI) Kotaku perbaikan jalan yang dilakukan adalah sepanjang 122 meter, dengan dana Rp 108,5 juta, ditambah pembuatan drainase beton bertulang sepanjang 140 meter dengan dana Rp 110 juta.

Jalan di OKH sebelum diperbaiki

Kecemasan sempat mampir di benak warga, apakah jalan paving ini bertahan lama ataukah sama saja cepat rusak seperti sebelumnya. Di pertengahan 2019, ternyata kondisi jalan masih sangat baik. Hal ini mendorong semangat warga untuk merawat jalan, bahkan warga rutin membersihkan drainase secara bersama-sama. Anak-anak bisa bermain dan lewat di jalan dengan nyaman. Begitu pula warga bisa memanfaatkan jalan untuk aktivitas sehari-hari mereka dengan leluasa.

Satu hal yang masih menjadi masalah bagi warga RT 11 adalah kesan terisolir yang ada di permukiman. Di siang hari, lokasi terkesan begitu ramai dan berisik—karena letaknya di tengah pusat pasar. Namun di malam hari begitu sepi, bahkan menyeramkan, karena ruko-ruko itu kosong tidak berpenghuni. Warga berharap Pemerintah Kota Jambi dapat mengubah wajah pasar di malam hari menjadi lebih hidup, seperti dibuatkan pusat kuliner kota, ruang-ruang terbuka publik, atau bentuk lain yang bisa menjadi nilai tambah bagi warga. [Jambi]

Penulis: Tim Komunikasi OC Kotaku Provinsi Jambi

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.