Kanigaran dan Kesuksesan Tradisi Urun Rembuk

Cerita Jawa Timur Probolinggo Infrastruktur Comments (0) View (425)

Saat ini, sudah tak ada lagi genangan air yang masuk ke permukiman warga di Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Lingkungan bersih dan sedap dipandang menghias wilayah yang pernah menyandang status kumuh di 5,61 hektare wilayahnya itu. Rupanya, semua bisa terwujud lantaran seluruh pemangku kepentingan setempat menyadari untuk saling bergandeng tangan demi menghapus kumuh dari wilayahnya. Dan itu, terbukti di Kelurahan Kanigaran.

Potret kumuh telah mencakup sebagian besar wilayah di RW 04 Kelurahan Kanigaran: RT 01, 02, 03, 04, 05, 07, dan 08. Bila musim penghujan tiba, luapan air hujan yang tak tertampung selokan bakal serta merta menggenangi permukiman. Maklum saja, elevasi permukiman warga berada justru di bawah jalan raya. Saluran utama penampung air pun tak terhubung dengan saluran kota. Tak ayal, permukiman warga di RW 04 spontan tergenang air. Aroma tak sedap dan tak nyaman menjadi keseharian suasana di sana, yang juga masih ditambah tata kelola sampah yang berantakan di sebagian penjuru wilayah.

Sang Ketua RW 04, Hendra, tentu tak berpangku tangan. Dialah yang menginisiasi pertemuan membahas persoalan bersama warga, para pimpinan RT, wakil kelurahan, hingga Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Al Hidayah Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kelurahan Kanigaran. Ajang urun rembuk perdana pada dua tahun silam itu digelar menyoal berbagai masalah lingkungan setempat.

Soal lokasi, misalnya. Pemilihan lokasi target, perencanaan kegiatan pembangunan, hingga pendanaan dan kolaborasi serta evaluasi yang disesuaikan dengan data baseline plus dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) Kelurahan Kanigaran. Hasil pembahasan merumuskan sejumlah agenda kegiatan yang bakal dilakukan.

Di antaranya, BKM dan Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) Kelurahan Kanigaran yang berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Probolinggo mengalokasikan Rp 200 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Probolinggo untuk pembangunan saluran drainase dan jalan lingkungan dengan konstruksi paving block di RT 2 dan RT 3, RW 04. Pembangunan prasarana publik tersebut terealisasi pada 2017.

Setahun kemudian, pembangunan dalam kegiatan penanganan kumuh Program Kotaku kembali diselenggarakan dengan bantuan sejumlah kelompok swadaya masyarakat. Hasil akhir penataan lingkungan di sana patut diacungi jempol: jalan berkonstruksi paving block sepanjang 2.729 meter, saluran drainase sepanjang 1.036 meter, sumur resapan sebanyak 10 unit, ditambah empat unit pergola buat pedestrian dan motor gerobak sampah sebanyak satu unit.

Keberlanjutan program berlanjut sampai ke alokasi Bantuan Dana Investasi (BDI) Tahun Anggaran 2018. Dan di tahun ini, 2019, Program Kotaku hadir kembali dengan anggaran Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM). Rencana utama pembangunannya meliputi pembangunan saluran drainase skala kota yang terhubung dengan drainase lingkungan.

Bersama Program Kotaku, masyarakat dan banyak pihak di Kota Probolinggo mengaku puas dan bangga dengan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung. Karena memang targetnya pun jelas, meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, khususnya bagi Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Tingkat antusiasme masyarakat dalam menyambut program penanganan kumuh ini juga patut dijadikan panutan, sebagai satu fakta keberhasilan pemberdayaan masyarakat. Dan sekarang, Kanigaran boleh berbangga dan berkata: selamat tinggal kumuh! [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

Sebelum Setelah

Penulis: Rudi Sunarko, Asisten Kota Kolaborasi dan Kelembagaan (FIC) OSP 4 Program Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Ali Utsman/Epn

0 Komentar