Beranda Warta Berita Stakeholders Se-Kabupaten Purworejo [Harus] Sepakat Bergandeng Tangan

Stakeholders Se-Kabupaten Purworejo [Harus] Sepakat Bergandeng Tangan

Berita Jawa Tengah Purworejo Kolaborasi Workshop Comments (0) View (165)

Pelatihan bagi pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) se-Kabupaten Purworejo menghasilkan kesepahaman pentingnya kolaborasi dan komunikasi dalam menyukseskan penanganan kumuh di wilayahnya. Workshop yang diselenggarakan di Hotel Suronegaran, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menjelang pertengahan Agustus 2019 tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Kabupaten Purworejo Bebas Kumuh dan Layak Huni 2019 dengan Gerak Kolaborasi dari Semua Pihak”. Pelatihan itu berlangsung selama satu hari di Hotel Suronegaran Purworejo.

Menurut Tim Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Jawa Tengah Bambang Pujo dalam paparannya, kesuksesan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bergantung pada strategi kolaborasi yang akan dilakukan. Menurut dia, kolaborasi dalam penanganan kawasan permukiman kumuh harus dimulai dari pendataan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi. Selain itu sinergi kegiatan pelaku program penanganan kumuh perlu ditingkatkan demi penanganan kumuh yang lebih efektif dan efisien.

Satker Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP) Indah Herlawati idem dito dengan paparan Bambang. Dia menambahkan, seluruh pelaku di setiap proses pelaksanaan mesti dilakukan dengan pola kolaborasi, dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah. Termasuk juga masyarakat, perguruan tinggi, kelompok kerja, maupun pelaku usaha setempat. “Alhamdulillah, peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi perangkat daerah, swasta, dan lembaga keswadayaan masyarakat sudah memahami pentingnya kolaborasi dan berkeinginan untuk mewujudkannya dalam kerja sama,” kata Indah.

Sebenarnya penanganan kumuh dengan pola kolaborasi memang sudah dirancang dan tengah dirintis di wilayah Purworejo. Walau, masih ada beberapa persoalan yang mesti dituntaskan dalam pelaksanaannya. Karena itulah Satker PIP Kabupaten Purworejo bakal melakukan beberapa upaya. Antara lain menjadikan penanganan kumuh sebagai prioritas utama di masing-masing pelaku kolaborasi, menumbuhkan kesepakatan kesepahaman dan komitmen bersama pelaku kolaborasi dalam penanganan kumuh, serta secara intensif melaksanakan koordinasi maupun konsolidasi bersama pelaku kolaborasi.

Hingga 2019, luas kumuh Kabupaten Purworejo sudah turun sebesar 51,67 hektare dari luas kumuh keseluruhan yang mencapai 109,280 Ha. Sedianya, target penurunan kumuh Kabupaten Purworejo adalah tinggal sebesar 25,080 Ha pada tahun ini.

Pelaksanaan kolaborasi demi percepatan pencapaian penanganan kumuh tengah dilaksanakan dengan menyiapkan data dan profil kumuh di masing-masing desa serta kelurahan di Kabupaten Purworejo. Termasuk pula penyusunan dokumen teknis dan proposal kegiatan, paparan usulan kegiatan dalam forum pemangku kepentingan dari unsur tanggung jawab sosial pihak swasta (Corporate Social Responsibility, CSR) serta penandatanganan nota kesepahaman antara badan keswadayaan masyarakat dan pihak lainnya. Harapannya, semua target bisa rampung pada November 2019 mendatang. [Jateng]

Penulis: Ferry Asmoro, Sub Prof Komunikasi OSP-2 Program Kotaku Jawa Tengah

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.