Beranda Warta Cerita Profil Tokoh Kotaku: Pionir Pokja PKP Kabupaten Kolaka

Profil Tokoh Kotaku: Pionir Pokja PKP Kabupaten Kolaka

Cerita Sulawesi Tenggara Kolaka Pokja PKP Tokoh Kotaku Comments (0) View (98)

Di edisi Tokoh Kotaku kali ini kami menampilkan profil Koordinator Pokja Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Abbas, yang sehari-harinya bertugas sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra. Keterlibatannya dalam Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sejak 2007, kala masih dikenal dengan nama Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan. Saat itu Abbas adalah Satker Program NUSSP.

Pada 2007, muncul sharing kegiatan Program NUSSP dan PNPM Perkotaan, yang kini dikenal dengan "kolaborasi", mulai perencanaan dan pengganggaran antara NUSSP dengan PNPM Mandiri Perkotaan dan kegiatan APBD saat itu. Selama keterlibatannya di program, ia banyak mendapatkan prestasi yang terkait dengan menyatukan satu perencanaan dengan dua anggaran program beserta anggaran APBD setempat.

Dalam kesehariannya Abbas disibukkan dengan pekerjaan dinas SKPD yang dipimpinnya, tapi dengan komitmennya untuk berjuang melawan kemiskinan, ia selalu menyempatkan waktu untuk bersama-sama membicarakan program masyarakat, baik masyarakat miskin, lingkungan permukiman bersih, sehat dan layak huni. Komitmen inilah yang membuat ia selalu melibatkan dalam segala kegiatan yang berkaitan program.

Sebagai pionir Pokja PKP Kabupaten Kolaka, ia menggerakkan Pokja dengan berbagai gagasan merumuskan strategi kolaborasi perencanaan tingkat masyarakat yang melahirkan dokumen perencanaan daerah RKPKP pada 2016. Ia juga memperjuangkan perumusan dokumen Perencanaan Momerandum Program sejak 2017, yang disahkan pada 2018 dan dibiayai langsung oleh APBD Kabupaten Kolaka. Kemudian, ia melakukan koordinasi dengan pihak OSP agar memperoleh gambaran untuk bisa mendapat skala kawasan Kabupaten Kolaka.

Abbas terus mengusahakan agar Kabupaten Kolaka mendapat skala kawasan, meski sebelumnya tidak masuk daftar list. Ia melakukan empat kali paparan di Jakarta, berkonsultasi dan presentasi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga akhirnya Kabupaten Kolaka menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan dana skala kawasan pada 2019. Ia juga menginisiasi kolaborasi BSPS provinsi ke satker PIP provinsi untuk masuk di Kolaka. Tidak hanya itu, ia juga melakukan MOU dengan pihak PT Antam Pomala dalam rangka rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sejak tahun 2017. Awal 2017, Antam mengalokasikan Bantuan CSR sebesar Rp 108 juta, dengan sasaran 8 unit rumah, lalu 2018 sebanyak 32 unit rumah dengan dana sebesar Rp 300 juta, dan 2019 sebanyak 10 unit RTLH.

Dalam workshop sosialisasi Program Kotaku 2019, ia juga ikut memberikan materi dan selalu mengispirasi SKP lainya agar dapat selalu melibatkan diri dalam penanganan permukiman kumuh di Kolaka. Abbas juga sering melakukan monitoring bersama Satker PIP, dan selanjutnya melakukan rapat koordinasi terkait hasil monitoring lapangan. Ia sangat paham dengan tupoksi dan selalu antusias dalam mencari terobosan-terobosan termasuk memindahkan suku Bajo yang bermukim di kawasan kumuh. Tentu bukan kebijakan Pokja terkait pemindahan, tetapi buah pikiran dari Pokja PKP lah yang disahuti oleh Pemda Kabupaten Kolaka, sehingga suku Bajo yang berdomisili di pesisir pantai Kolaka akhirnya berhasil direlokasi ke permukiman baru, sekaligus mendekati lokasi pelelangan ikan sebagai pusat mata pencaharian suku Bajo. Jadi bukan hanya pemukimannya yang dipindahkan, tetapi pasar dan juga TPI dipindahkan ke dekat permukiman mereka.

Semoga kegigihan ini menjadi inspirasi, sekaligus mengharap masukan dari berbagai pihak demi kesempurnaan pelaksanaan program di Kabupaten Kolaka. [Sultra]

Penulis: Tim Komunikasi, OSP Kotaku Provinsi Sulawesi Tenggara

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.