Beranda Warta Berita Gresik Bisa, Strategi Berkelanjutan ala Gresik

Gresik Bisa, Strategi Berkelanjutan ala Gresik

Berita Jawa Timur Gresik Comments (0) View (861)

Pemerintah Kabupaten Gresik mempunyai komitmen yang kuat terhadap penanganan dan pencegahan kumuh berkelanjutan. Satu di antara beberapa strategi Pemkab Gresik dalam pencegahan kumuh setelah kerja bakti massal adalah Lomba Gresik Bisa. Gresik Bisa adalah singkatan dari Gresik Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri yang menjadi ajang kompetisi untuk meningkatkan peran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan dan pelestarian lingkungan permukiman. Lomba yang dilaksanakan pada awal September 2019 ini melibatkan banyak pihak seperti Dinas Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Gresik, Dinas Lingkungan Hidup setempat, pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), pemerintah desa dan kelurahan se-Gresik, badan keswadayaan masyarakat, perwakilan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan sebagai wakil media, Surat Kabar Harian Jawa Pos.

Ada tiga kategori dalam lomba Gresik Bisa ini, yaitu Kampung Pemula, Kampung Berkembang, dan Kampung Rintisan. Ketiga kategori tersebut memiliki poin penilaian yang berbeda, tergantung kondisi kelurahan atau desa. Untuk kategori Kampung Rintisan, peserta yang wajib mengikutinya adalah 40 kelurahan atau desa di lokasi peningkatan atau yang mendapatkan bantuan anggaran Bantuan Dana Investasi (BDI) 2018. Tujuannya adalah untuk mendorong peran aktif masyarakat dalam penanganan kumuh dan fungsi Kelompok Pemelihara & Pemanfaat (KPP) di lokasi BDI 2018. Kriteria penilaian adalah pengelolaan sampah, kondisi jalan, penghijauan dan ruang terbuka hijau (RTH), kondisi drainase, sanitasi atau air limbah, dan keberlanjutan KPP.

Menurut Kepala Dinas PKP Achmad Washil, penanganan dan pencegahan kumuh harus dilakukan dengan banyak inovasi dan kolaborasi. Pasalnya jelas, dana bantuan dari pemerintah sifatnya hanya stimulan. Sehingga, semua pihak—khususnya masyarakat—harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap pemeliharaan lingkungan masing-masing. Dia menambahkan, masyarakat dan pemerintah daerah harus memiliki tujuan dan langkah yang sama dalam penanganan dan pencegahan kumuh melalui peran masing-masing.

Selain pencegahan kawasan kumuh, Kabupaten Gresik masih memiliki pekerjaan rumah terhadap penanganan kumuh di beberapa titik kawasan. Satu kawasan yang menjadi prioritas fokus penanganan tahun ini adalah kawasan kota pesisir timur yang meliputi Kelurahan Pulopancikan, Gapuro Sukolilo, Tlogobendung, Bedilan, Pekauman, dan Kelurahan Sidokumpul. Kawasan ini merupakan wilayah Kota Pusaka yang menyimpan banyak sejarah. Sehingga, akan dilakukan penanganan prioritas infrastruktur dan revitalisasi bangunan cagar budaya.

Komitmen Pemkab Gresik dalam pencegahan dan penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Gresik sudah terbukti. Kehadiran Gresik Bisa, sebagai contoh. Menurut informasi terkini, pemerintah pusat telah menyetujui usulan pembangunan Rumah Pompa di kawasan kota pesisir timur untuk mengatasi masalah banjir di wilayah setempat. [Jatim]

 

Penulis: Afdolu Nasikin, Askot KK Gresik OSP Program Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.