Ambon dan Musik: Menyatukan Berbagai Budaya dalam Perpaduan yang Menarik

Berita Maluku Ambon Sosialisasi Program Comments (0) View (561)

Ratusan kendaraan hias tumpah ruah di jalan-jalan utama rute karnaval musik dalam rangka menyambut hari jadi Kota Ambon yang ke-444, pada Jumat (6/9). Hari itu, Pemerintah Kota Ambon melaksanakan karnaval musik dengan tema ”Ambon Ponoh Deng Musik”, yang diselenggarakan guna mendukung Kota Ambon menjadi kota musik internasional 2020. Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di depan Tugu Gong Perdamaian Dunia, dan diikuti lebih dari 2.000 orang yang tergabung dalam 75 grup.

Peserta yang turut serta dalam karnaval berasal dari berbagai instansi pemerintah kota maupun provinsi, pemerintah desa, dan kelurahan se-Kota Ambon, BUMN, swasta, paguyuban se-Kota Ambon, komunitas ojek online. Tak ketinggalan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Ambon dan OSP 11 Kotaku Maluku ikut memeriahkan karnaval musik ini.

Hal yang menarik, setiap grup peserta karnaval menggenakan pakaian daerah dan juga menghiasi kendaraannya dengan ornamen-ornamen dan bentuk unik. Umumnya kendaraan dihias dengan motif alat musik, seperti gitar, biola, organ, dan tifa. Para peserta karnaval juga membawa berbagai alat musik di kendaraan sambil memainkannya sepanjang pawai keliling Kota Ambon.

Ada juga peserta yang memadukan kolaborasi musik etnik, seperti totobuang dengan syawat, serta terompet dengan tabuhan rebana. Mereka memainkan musik nan indah hingga memukau ribuan warga yang menonton acara tersebut. Tim Kotaku Kota Ambon tidak mau ketinggalan, mereka menghias mobil dengan ornamen-ornamen khusus yang menjadi tujuan Program Kotaku Nasional, serta mengikutsertakan grup shalawat rebana di dalamnya.

Di kesempatan itu, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, peserta karnaval tersebut tidak hanya berasal dari warga Ambon, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia yang menetap di Ambon, antara lain dari Jawa, Makassar, Sunda, Papua, Batak, dan sebagainya.

Wali Kota berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan seluruh stakeholders yang telah berpartisipasi secara maksimal dalam kegiatan. [Maluku]

Oleh: Efa Rubawati, M.Med.Kom, Sub Prof Komunikasi OSP 11 Kotaku Provinsi Maluku

Editor: Nina Razad

0 Komentar