Beranda Warta Cerita Pak Man, Sang "Kompor" Aksi Nyata NTT

Pak Man, Sang "Kompor" Aksi Nyata NTT

Cerita Tokoh Kotaku NTT Comments (0) View (209)

Nama lengkapnya adalah Herman Tobo. Lelaki yang menjabat kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Timur ini memang tak bisa lekang dari sebutan motivator. Konsistensi penyandang sarjana teknik dan magister sains tersebut tak berubah dari waktu ke waktu. Sebut saja di saban Senin pagi, tatkala apel, koordinasi rutin, atau pun di berbagai pertemuan kegiatan di forum pembahasan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), di tingkat provinsi, kabupaten atau kota. "Berpikir dan bergerak cepat. Bertindak tepat dan tuntas," demikian ujar Pak Man, begitu dia acap disapa. Motivasi tak berkesudahan buat seluruh jajaran pejabat, staf, dan personel Program Kotaku.

Sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam upaya menangani kumuh wilayah, pria berkaca mata itu memang kerap menjadi ujung tombak. Mulai dari kegiatan peningkatan kualitas infrastruktur, pencegahan tumbuhnya kumuh, hingga mengantisipasi berkembangnya permukiman kumuh baru. Pak Man yakin betul bahwa kumuh adalah masalah bersama yang harus ditangani secara bersama pula. Misalnya, soal dana.

Menurut dia, sumber pendanaan penanganan kumuh tak bakal mulus berjalan bila ditangani satu sumber pendanaan. Kolaborasi dari pusat, provinsi, daerah yang terangkum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) I dan II, Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility, CSR) setempat, sebagai contoh. Dan, lelaki paruh baya itu meyakini, masih banyak lagi sumbangsih yang bisa dikelola buat kebersamaan menangani kumuh wilayah.

Tapi rupanya bukan melulu soal duit. Kolaborasi ala Kepala Balai meliputi berbagai dinas dan sektoral di NTT, plus merangkul Tim Program Kotaku buat penanganan kumuh di Skala Lingkungan maupun Skala Kawasan. Semua unsur wilayah "dicerahkan" Pak Man bila menyoal penanganan kumuh, via roadshow ke berbagai kabupaten dan kota, untuk beraudiensi langsung dengan kepala daerah dan jajarannya hingga ke level masyarakat.

Pendekatan persuasif ala Pak Man yang juga menjadi publikasi buat Program Kotaku ini memaparkan rencana koordinasi penanganan kumuh Skala Lingkungan dan Kawasan sebagai langkah prioritas. Dari Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD)/Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD), Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) OPD, dari sejumlah anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Tak heran bila "motor" aksi nyata itu pun sering didaulat sebagai narasumber forum diskusi penanganan kumuh dari pusat, provinsi, Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP), Kelompok Belajar Internal Konsultan (KBIK), bahkan hingga di level pelatihan masyarakat. Target Pak Man tentu saja tak bergeser jauh dari harapan pemda setempat: 0 hektare kawasan kumuh di Kupang pada 2019 ini.

Pak Man juga hadir sebagai penggagas sinergi antara program Sertifikasi Tukang dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV. Dia pula yang menyatukan berbagai program pemberdayaan di NTT seperti Program Kotaku, Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dan program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Penandatanganan kontrak kerja periode Maret-Desember 2019 dihelat di Hotel Neo Kupang beberapa waktu silam, sebagai wujud kegiatan sosialisasi dan koordinasi kegiatan penanganan kumuh 2019 di NTT.

Pak Man tak bergeming untuk urusan penanganan kumuh wilayah, dengan ikut mengawal dari tahap usulan kegiatan peningkatan kualitas infrastruktur. Dia pula yang menjembatani pengusulan proposal kegiatan penanganan kumuh dan penataan permukiman dari pemerintah kota atau kabupaten dan kelurahan bersama badan keswadayaan masyarakat (BKM) Program Kotaku ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga ke DPR RI. Fokus penanganannya jelas: lokasi delineasi penyandang tujuh indikator kumuh. "Berjuang hingga titik darah penghabisan," ucap Sang "Kompor" terus berikhtiar. Salut, Pak Man! [NTT]


Penulis: Stely Loure Kos Paulus, Team Leader OSP-5 Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.