Beranda Warta Cerita Kampung Baru Tengah, Lebih Cantik dan Asri

Kampung Baru Tengah, Lebih Cantik dan Asri

Cerita Kalimantan Timur Balikpapan Infrastruktur Comments (1) View (348)

Kelurahan Baru Tengah masih menjadi pekerjaan rumah penanganan kumuh buat Pemerintah Daerah Kota Balikpapan. Total wilayah kumuh yang tercatat hingga awal 2019 di Kecamatan Balikpapan Barat tersebut sebesar 58,58 hektare, yang tersebar di tujuh kelurahan. Satu di antara kelurahan yang masih menyandang status kumuh itu adalah Baru Tengah. Yang kini, beranjak tampil dengan lingkungan permukiman yang lebih cantik dan asri. Sedianya, Pemda Kota Balikpapan berencana bakal menjadikan Kampung Baru Tengah sebagai satu dari sejumlah destinasi wisata.

Kampung Baru Tengah tepat berada di Pantai Teluk Balikpapan, tempat Pelabuhan Klotok dan sejumlah dermaga khusus speed boat. Di kawasan Pandansari, berderet rumah-rumah permukiman warga yang didirikan di atas tonggak-tonggak kayu sebagai rumah panggung beratap seng. Lazimnya perumahan di sekitar pinggir laut lainnya, perkampungan ini sangat kumuh lantaran padat penduduk, bau khas amis dengan sampah yang berserakan di berbagai penjuru wilayah bila air laut surut. Jangan heran bila tumpukan sampah menghiasi kolong rumah panggung tadi dan menebar bau tak sedap. Fakta itu masih ditambah lagi persoalan sanitasi masyarakat—yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan, pedagang, dan buruh bangunan—yang belum sesuai persyaratan teknis sehingga rawan penyakit.

Adalah Gang Api, akses jalan lingkungan di kawasan permukiman Pandansari yang menjadi target fokus penanganan. Awalnya, Gang Api tersebut dibuat dengan tujuan sebagai pemutus aliran api seandainya terjadi kebakaran. Sayang, dalam perjalanannya, sederet bangunan liar didirikan di sisi jalan lingkungan. Kegiatan Program Kotaku di area ini dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) setempat, yang memfasilitasi membuat Gang Api steril dari bangunan apapun.

Niat penataan tadi tentu tak langsung diamini warga. Untunglah usai beberapa kali upaya sosialisasi, sebagian masyarakat mau membongkar sendiri bangunan liar. Pascapembersihan jalur Gang Api, Dinas Perkim membangun ruang terbuka publik di tujuh titik dengan memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Fasilitas yang dibangun itu adalah taman baca, taman bermain, taman serumpun, taman fitness, dan taman lanjut usia (lansia).

Soal sampah pun sudah terarah dengan baik. Secara swadaya warga setempat mengelola sampah melalui Gerakan Gotong Royong dan Sadar Lingkungan (Gentong Darling). Warga permukiman di atas air juga diminta tak lagi membuang sampah di laut. Melalui urun rembuk yang berakhir dengan keputusan hasil musyawarah, para petugas pengumpul sampah di masing-masing rukun tetangga telah ditunjuk. Warga sekitar juga diminta membayar iuran sebesar Rp 5.000 per rumah setiap bulan. Secara keseluruhan, persoalan tata kelola sampah di permukiman di atas air di kawasan Pandansari sudah tertangani.

Di tahun silam, Program Kotaku memang menyiapkan anggaran Bantuan Dana Investasi sebesar Rp 2 miliar untuk wilayah ini. Kegiatan yang dilakukan melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat Baru Tengah Mandiri adalah memfasilitasi pembangunan hidran kering sebagai sarana proteksi kebakaran di 11 RT wilayah permukiman atas air. Selain itu juga dibangun 56 unit septic tank komunal sebagai solusi persoalan sanitasi wilayah. Dan untuk urusan sampah, ditambah lagi 22 unit gerobak pengangkut sampah beserta tempat pembuangan sampah.

Program Kotaku juga menjalin kolaborasi dengan PT HM Sampoerna melalui Yayasan Inspirasi Anak Bangsa buat penataan pascakegiatan Dinas Perkim Kota Balikpapan. Target kerja sama itu adalah perubahan wajah kawasan, khususnya di tiga RT ruas Gang Api dengan konsep Urban Farming. Di antaranya, membangun berbagai macam media tanaman dan wahana permainan buat di area ruang terbuka publik, termasuk pengecatan Gang Api di RT 5, RT 48, dan RT 52, Kelurahan Baru Tengah, secara swakelola. Total anggaran penataannya mencapai Rp 3.059.695.000, dengan rincian dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 2.725.000.000, ditambah uang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (APBD) sebesar Rp 5.000.000, plus uang dari PT HM Sampoerna sebesar Rp 229.695.000, serta dari Dinas Pertanian Kota Balikpapan sebanyak Rp 100 juta.

Kini, permukiman atas air di Kelurahan Baru Tengah bernuansa asri hijau dan sedap dipandang mata. Warga mengaku senang dan antusias menjaga agar lingkungannya tak lagi kumuh seperti dulu.

Secara wilayah, luas area kumuh di Kota Balikpapan mencapai 282,20 Ha, sesuai Surat Keputusan Wali Kota Balikpapan Tahun 2014. Sebagian luas kumuh yang sudah ditangani melalui kegiatan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah 57,34 Ha (2017) dan 166,26 Ha (2018) dengan total dana sebanyak Rp 16,3 miliar. [Kaltim]

Penulis: Herti Fendiana, Sub Komunikasi OSP 7 Program Kotaku Provinsi Kalimantan Timur

Editor: Epn

1 Komentar


  1. Posted by agus | Nov 27, 2019

    Salam

    hadeuh, aku baru nulis lengkapin tulisanya saipul amin UP yang studi kolaborasi ke Baru Tengah, kirain blom ada yg nulis, tapi tulisanya okeh banget, harus diambyarkan yg keren begini masa kalah sama Busan.

    maksih ya bu tulisanya keren

    wasalam

    as

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.