Sukses 100% Versi UPK Asahan

Cerita Sumatra Utara Asahan Ekonomi Bergulir BKM LKM Comments (0) View (226)

Petuah tuntutlah ilmu hingga ke Negeri Cina agaknya berlebihan bila menyoal kesuksesan tingkat pengembalian pinjaman dana dari Unit Pengelolaan Keuangan (UPK) Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Sebab, tak perlu sampai beranjak ke Negeri Tirai Bambu karena kesuksesan kegiatan ekonomi bergulir sudah dibuktikan UPK LKM Mutiara Sejahtera di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatra Utara.

Tak seluruh pelaksanaan konsep ekonomi bergulir berjalan mulus di sejumlah wilayah di Tanah Air. Dulu, masalah tingkat pengembalian (repayment rate) pinjaman pun mungkin pernah menjadi pelik buat UPK LKM Mutiara Sejahtera. Maklumlah, harapan kegiatan pencegahan meluasnya wilayah kumuh baru melalui pendekatan peningkatan kesejahteraan masyarakat tak sama persis dengan kenyataan di lapangan. Melalui tata kelola yang baik dan benar akhirnya persoalan pelaksanaan ekonomi bergulir tersebut berbuah hasil dan sudah membantu masyarakat di Kelurahan Mutiara, khususnya warga yang mendapat pinjaman buat pengembangan usahanya. Bisa disebut, perputaran dan pengembalian dana ekonomi bergulir di wilayah ini 100 persen sukses.

Pelaku UPK LKM Mutiara Sejahtera memang bekerja keras demi hasil maksimal. Di antaranya, mereka mesti menyeleksi para penerima manfaat yang harus tepat sasaran. Para kandidat, memang memiliki usaha serta rekam jejak yang baik dalam mengembalikan pinjaman. Alhasil sudah beberapa kali perguliran dana pinjaman kepada masyarakat telah dilakukan. Kelompok swadaya masyarakat (KSM) juga selalu mengembalikan pinjaman tepat waktu sesuai perjanjian. Buntutnya bisa ditebak, alokasi dana ekonomi bergulir buat UPK LKM Mutiara Sejahtera terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut Koordinator LKM Mutiara Sejahtera Surya Mawardi, UPK LKM Mutiara Sejahtera telah mengelola kegiatan ekonomi regular dan Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK) sejak 2017. Dan lazimnya, KSM harus terlebih dahulu melaksanakan On Job Training (OJT) sebelum mendapatkan pinjaman. Maksudnya adalah, untuk memberikan pemahaman kepada KSM terkait maksud dan tujuan kegiatan ekonomi bergulir Program Kotaku dan ihwal tata kelola dana pinjaman yang diberikan agar dapat bermanfaat bagi pengembangan usaha.

Perguliran ekonomi bergulir terkini yang dilaksanakan UPK LKM Mutiara Sejahtera dialokasikan bagi dua KSM pada 12 Juli 2019. Total penerima pinjaman adalah 20 orang dengan total dana sebesar Rp 48 juta. Penyerahan pinjaman ekonomi bergulir tersebut dilaksanakan di Sekretariat LKM Mutiara Sejahtera yang dihadiri anggota LKM Mutiara Sejahtera, anggota Tim Fasilitator Program Kotaku, dan perwakilan aparat Kelurahan Mutiara.

Surya amat berharap, dana pinjaman ekonomi bergulir dapat betul-betul dimanfaatkan dengan baik oleh para peminjam. Soal pengembalian, mereka mesti berkoordinasi dengan UPK dan LKM Mutiara Sejahtera, bila terjadi permasalahan dalam pelaksanaan usahanya. UPK dan LKM Mutiara Sejahtera pun akan berusaha membantu KSM Ekonomi Bergulir dalam pengembangan usaha.

Masyarakat penerima manfaat mengaku amat terbantu dalam memperoleh pinjaman usaha tanpa harus pusing memikirkan agunan. Khususnya karena bunga pinjaman relatif rendah dan tak memberatkan masyarakat sebagai peminjam. Warga berharap jumlah kelak pinjaman yang diberikan dapat lebih besar lagi serta selalu mendapat bimbingan kala mengembangkan usaha mereka. [Sumut]

Penulis: Naomi Frisda Ervina Panggabean, Fasilitator Sosial Tim 01 Asahan OC 2 Sumut Program Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Epn

0 Komentar