Beranda Warta Berita Wagub Sumbar: Penuntasan Kawasan Kumuh Libatkan Semua Pihak

Wagub Sumbar: Penuntasan Kawasan Kumuh Libatkan Semua Pihak

Berita Lokakarya Provinsi Sumatra Barat Padang Comments (0) View (474)

Penuntasan kawasan kumuh hendaknya melibatkan semua pihak: swasta dengan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya, Ninik Mamak (pemangku adat), para pemuda, kaum perempuan, dan juga masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh. Demikian ditegaskan Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit dalam kegiatan Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) National Slum Upgrading Program (NSUP) Tingkat Provinsi 2019, OC-2 Provinsi Sumatera Barat, di Padang, Senin (23/9).

Berdasarkan SK kepala daerah, target penanganan kumuh di Provinsi Sumbar mencapai 612,88 Hektare, yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota dampingan Program Kotaku Provinsi Sumbar, seperti Kabupaten Agam (85,5 Ha), Kota Bukittinggi (30,6 Ha), Kota Padang Panjang (52,38 Ha), Kota Pariaman (109,41 Ha), Kota Payakumbuh (59 Ha), dan Kota Solok (168,03 Ha). Sedangkan kabupaten/kota lainnya, yakni Kota Sawah Lunto, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Sijinjung termasuk pada lokasi pencegahan kumuh. Guna mempercepat akselerasi penanganan dan pencegahan kawasan kumuh di Provinsi Sumbar maka keterlibatan semua sektor dan aktor sangatlah dibutuhkan.

Lokakarya yang mengambil tema "Penguatan komitmen pemda dan stakeholders, dalam menggalang aksi kolaborasi penanganan kumuh guna mewujudkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan di Provinsi Sumatera Barat" ini dihadiri 114 orang, terdiri atas unsur pimpinan daerah Provinsi Sumbar, Biro Kerja sama Pembangunan dan Rantau Setda Provinsi Sumbar, dinas-dinas terkait Provinsi Sumbar, Tim Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi (BPPW) Sumbar, Tim Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Sumbar, Tim Program Sanimas, Tim Program Pamsimas, Tim Program Kotaku Sumbar, LSM, perwakilan DPRD Provinsi Sumbar, serta para perwakilan dari pihak swasta.

Tujuan lokakarya ini adalah, pertama, agar peserta memahami subtansi Program Kotaku, baik dari segi kebijakan maupun strategi pemerintah daerah dalam penanganan kumuh di Provinsi Sumbar. Kedua, peserta memahami capaian dan target penanganan kumuh, baik kegiatan skala kawasan, skala lingkungan dan kolaborasi penuntasan kawasan kumuh di Provinsi Sumbar. Ketiga, peserta mampu memetakan isu-isu strategis penanganan kumuh dan menentukan mekanisme koordinasi serta kolaborasi penuntasan kawasan kumuh di Provinsi Sumbar. Keempat, terjadinya peningkatan komitmen pemda dan stakeholders, dalam menggalang aksi kolaborasi penanganan dan pencegahan kumuh guna mewujudkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan di Provinsi Sumbar. Kelima, peserta memahami penanganan tindak lanjut temuan audit BPKP.

Adapun keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan Lokakarya dan Bazaar Program Kotaku ini, antara lain pertama, terlaksananya kegiatan lokakarya sesuai dengan koridor program dan adanya kebijakan khusus dalam penuntasan kawasan kumuh di Provinsi Sumbar. Kedua, peserta mampu menyusun strategi pencapaian target sisa pengurangan kumuh tahun 2019. Ketiga, peserta dapat memetakan isu-isu strategis penanganan kumuh dan menentukan mekanisme koordinasi serta kolaborasi penuntasan kawasan kumuh di Provinsi Sumbar. Keempat, pemda dan stakeholders, dapat menggalang aksi kolaborasi penanganan dan pencegahan kumuh guna mewujudkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan di Provinsi Sumbar. Kelima, peserta terampil dalam penanganan tindak lanjut temuan audit BPKP. [Sumbar]

Dokumentasi lainnya:

Penulis: Hendri Matias, TA Komunikasi OC 2 Kotaku Provinsi Sumatra Barat

Editor: Vhany Medina/Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.