Beranda Warta Berita Dana CSR Kurangi Kumuh di Aceh Besar

Dana CSR Kurangi Kumuh di Aceh Besar

Berita Aceh Aceh Besar Comments (0) View (385)

Urunan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan swasta (corporate social responsibility, CSR) membuahkan hasil. Di Kabupaten Aceh Besar, contohnya. Areal kumuh seluas 190,5 hektare di wilayah itu kini berkurang hingga 130,02 Ha, berkat kontribusi pihak ketiga dari dunia usaha setempat. Pengurangan wilayah kumuh itu terjadi di wilayah dampingan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kecamatan Krueng Barona Jaya. Demikian rangkuman yang didapat dari Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (rakor pokja) Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) di Gedung Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Aceh Besar, Kamis (19/9).

Rakor yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar Iskandar itu dihadiri sedikitnya 50 orang peserta. Mereka terdiri dari perwakilan kepala badan atau dinas di jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, tim Asisten Kota Mandiri Program Kotaku, camat dari empat wilayah yang masuk dalam Surat Keputusan Bupati Aceh Besar Nomor 323 Tahun 2016 tentang Luasan Kumuh Kabupaten Aceh Besar. Acara yang diselenggarakana minimal dua kali dalam setahun untuk menyamakan persepsi dalam pencegahan dan penanganan kumuh ini juga didatangi sejumlah perwakilan dunia usaha di Aceh Besar, dan perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatra I.

Dalam sambutannya, Iskandar menyatakan bahwa sumbangsih dana CSR di Kecamatan Krueng Barona Jaya adalah bukti kolaborasi yang nyata. Berdasarkan itulah, tiga kecamatan lainnya yang masuk dalam SK Bupati dapat mengadopsi atau mereplikasi penerapan yang dilaksanakan Program Kotaku dalam upaya pencegahan dan penanganan kumuh. Replikasi tersebut bakal berkesinambungan dengan rencana Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang memaparkan konsep Smart City yang bebas kumuh dalam rencana tata ruang pembangunan di Aceh Besar.

Ada satu yang unik dalam rakor kali ini. Menurut Asisten Kota Mandiri Program Kotaku Maya Keumala Dewi, Program Kotaku bersama Dinas Lingkungan Hidup setempat menginisiasi rapat tanpa air minum kemasan. Alhasil, seluruh peserta rapat mendapatkan botol minuman sebagai gerakan mengurangi sampah plastik. Sedianya, gerakan ini akan dijadikan sebagai ketentuan wajib dalam setiap pertemuan yang dilaksanakan Pemkab Aceh Besar di masa mendatang. [Aceh]

Dokumentasi lainnya:

Penulis: Maya Keumala Dewi, Asisten Kota Mandiri Kabupaten Aceh Besar, OC Program Kotaku Provinsi Aceh

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.