Beranda Warta Berita Sosialisasi Cara Malut, dari Pulau ke Pulau

Sosialisasi Cara Malut, dari Pulau ke Pulau

Berita Maluku Utara Malut Tidore Kepulauan Sosialisasi Comments (0) View (123)

Tak kenal maka tak sayang. Tampaknya, paling pas menggambarkan pemahaman masyarakat di Tanah Air terhadap Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Fakta itu pula yang menggugah para pelaku Program Kotaku untuk memperkenalkan upaya pemerintah dalam menangani dan mencegah kumuh di seluruh penjuru permukiman di Indonesia. Termasuk, yang dilakukan Tim Oversight Service Provider 8 Provinsi Maluku Utara ke sejumlah wilayah kepulauan di Malut, di pertengahan September 2019.

Provinsi Maluku Utara mendapatkan alokasi Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kotaku sebesar Rp 19.500.000.000 pada Tahun Anggaran 2019. Dana itu diperuntukkan bagi 18 kelurahan/desa dari total 152 kelurahan/desa dampingan di Kota Ternate dan Tidore Kepulauan, yang tersebar di sembilan pulau besar dan kecil.

Sayang, keterlambatan Surat Keputusan Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP) Tidore menyebabkan pelaksanaan sosialisasi di tingkat masyarakat terbengkalai. Itulah yang mendasari kehadiran sebagian besar Unit Satuan Kerja (USK) OSP 8 Provinsi Malut terjun membantu hingga ke lokasi terjauh dalam wilayah dampingan penerima BPM 2019. Di antaranya ke Desa Tagalaya, Kecamatan Oba Selatan; Desa Oba, Kecamatan Oba; Desa Payahe, Kecamatan Oba Utara; Desa Kusu Sinopa; Desa Lifofa; dan Desa Wama. Perjalanan sosialisasi dimulai dari Pelabuhan Ternate menuju Pelabuhan Sofifi, Oba Utara, Tidore Kepulauan, dengan menumpang kapal feri.

Di Desa Oba, Tim Program Kotaku menjalankan sosialisasi di tingkat komunitas. Materi yang diangkat adalah tentang Program kotaku serta perkembangan kegiatan. Tak hanya itu, warga pun diberikan penyadaran untuk mau mmelihara hasil kegiatan, dalam bentuk kehadiran Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) setempat.

Perjalanan sosialisasi dilanjutkan keesokan harinya. Tim Program Kotaku mendapat izin pemuka agama setempat untuk memaparkan upaya penanganan kumuh di Kecamatan Oba Utara, di Gereja Pniel Desa Payahe pada Ahad, di hari umat setempat beribadah. Warga menyambut gembira dan sangat antusias. Maklum, satu usulan Program Kotaku untuk menangani kebutuhan air minum di wilayah itu terjawab sudah.

Sesi sosialisasi di hari berikutnya berlangsung di Desa Kususinopa, Kecamatan Oba, yang mendapat bantuan dana pembangunan sebesar Rp 2 miliar. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Desa Lifofa, Kecamatan Oba Selatan. Dan lantaran akses jalan rusak di sejumlah titik, tim sosialisasi baru tiba pukul tujuh malam dan berlangsung selama satu jam kemudian. Keesokan harinya sosialisasi ditekankan pada kebutuhan warga setempat terhadap fasilitas drainase lingkungan dan jalan akses warga dengan konstruksi paving block.

Lokasi terjauh berada di Desa Tagalaya, Kecamatan Oba Selatan, melalui perjalanan darat dengan kondisi jalanan yang rusak. Warga setempat juga menyambut antusias rencana penataan lingkungan permukiman mereka.

Sosialisasi berlanjut ke Desa Wama, Kecamatan Oba Selatan. Animo khas hadir di sini. Usai diskusi, warga baru memahami bahwa penggunaan batu karang tidak memenuhi standar teknis pembuatan batu dasar pembangunan fasilitas. Masyarakat Desa Wama sangat antusias dan menginginkan sesegera pelaksanakan kegiatan pembangunan digelar.

Setelah sinar matahari meninggi, tim kembali berkumpul untuk berkoordinasi. Di antaranya mengevaluasi beragam temuan di lapangan. Sedianya, seluruh temuan tadi akan dijadikan masukan untuk pembukuan, pengadaan bahan, kelengkapan dokumen, dan lain sebagainya.

Tepat lima hari lamanya perjalanan sosialisasi antarpulau ala Tim Program Kotaku Provinsi Maluku Utara dilaksanakan bersama Tim 3, 4, dan Tim 5 Kota Tidore Kepulauan. Seluruh pelaku berkeyakinan penuh, penanganan kumuh di wilayah Malut bisa teratasi dengan semangat kebersamaan. Amin. [Malut]

Penulis: Tim Komunikasi OSP Program Kotaku Provinsi Maluku Utara

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.