Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM Yakobis, Pencetus Solusi Dampak Sosial Oesapa Barat

Yakobis, Pencetus Solusi Dampak Sosial Oesapa Barat

PIM NTT Kupang Oesapa Comments (0) View (117)

Dari warga, oleh warga, dan untuk warga, menjadi fakta di Kelurahan Oesapa Barat. Faktor kedekatan dengan sesama, sekaligus menjadi sosok yang “dipertimbangkan” di komunitas permukiman agaknya berpengaruh kuat dalam mengatasi persoalan sosial yang timbul. Itulah yang dilakoni Yakobis Henuk, warga Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kisahnya berawal dari pengaduan yang disampaikan Yakobis melalui Pengelolaan Informasi Masyarakat (PIM) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Data aduan sang tokoh masyarakat tersebut pun telah terekam dengan nomor register 009053710419d. Isi laporan untuk status per Oktober 2019 tersebut berisi permintaan informasi terkait aduan yang membutuhkan solusi tentang fasilitasi izin lahan untuk menyelesaikan permasalahan indikator jalan lingkungan di Kelurahan Oesapa Barat.

Persoalan tadi tentu saja mendapatkan atensi penuh Program Kotaku Kota Kupang. Laporan tadi berhubungan erat dengan langkah pengamanan dampak sosial terkait pengadaan lahan rencana kegiatan Skala Kawasan di RT 001 dan RT 002/RW 001. Kelurahan Oesapa Barat. Kebetulan, Yakobis juga didaulat sebagai Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BIM) Ora Et Labora Kelurahan Oesapa Barat. Dia mengenal betul sejarah kepemilikan lahan di sana, bahkan sudah merinci jumlah pemilik lahan yang secara sukarela menyiapkan lahan untuk dibangun menjadi jalan lingkungan. Lahan tersebut disiapkan, supaya masyarakat yang telah membeli lahan dan membangun rumah tidak mengalami kesulitan memobilisasi kendaraan dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain persoalan perizinan tadi, pelaksanaan kegiatan jalan lingkungan di Kelurahan Oesapa Barat tak menemui hambatan berarti akibat terdampak pembangunan. Karena berdasarkan pemantauan Tim Program Kotaku di lokasi yang membutuhkan peningkatan kualitas jalan dan pembangunan jalan baru, tidak terdapat bangunan milik masyarakat.

Yakobis beraksi. Pemilik lahan dari jalan lingkungan di RT 001/RW 001 Kelurahan Oesapa Barat yang telah menyiapkan lahannya sebagai akses masyarakat sudah terdata. Mereka adalah Abraham Yohanis Long, Dolce Anaci Long-Riwu, Leci Adriana Tresia Foes, dan satu lahan milik Pemerintah Kelurahan Oesapa Barat.

Sementara jalan lingkungan di RT 002/RW 001, Yakobis perlu mendapat izin dari Kristian Dale dan Dinas Perikanan Provinsi NTT agar akses jalan lingkungan di lahan itu dapat terhubung dengan jalan lainnya. Yakobis menggandeng Ketua RT 002 Dalce Foeh, dan akhirnya sukses memfasilitasi serta mendapatkan izin dari pemilik lahan. Dia menggenapi slogan yang pas terbukti: dari warga, oleh warga, dan untuk warga. [NTT]

Penulis: Melki G.E. Mata Titu, Asisten Kota Safeguard Koordinator Kota 1 OSP-05 Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait