Beranda Warta Berita Lokakarya Bali, Upaya Mewujudkan Bali Era Baru

Lokakarya Bali, Upaya Mewujudkan Bali Era Baru

Berita Bali Lokakarya Comments (0) View (351)

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) melalui Oversight Service Provider (OSP) 5 Provinsi Bali menyelenggarakan hajat besar "Lokakarya Program Kotaku". Acara yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada pertengahan September itu dihadiri puluhan peserta yang berasal dari berbagai unsur wilayah. Di antaranya perwakilan dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Provinsi Bali dan pemerintah daerah kota/kabupaten, wakil perguruan tinggi, perwakilan perbankan, Forum Komunikasi Antar-Badan Keswadayaan Masyarakat (FKA-BKM), serta para konsultan pendamping.

Lokakarya yang dibuka Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Ida Bagus Kade Subhiksu diawali pertunjukan Bondres 'Gede Kapuk dan Gek Rempong'. Pesan dalam pentas kesenian itu adalah bahaya sampah plastik, pemeliharaan lingkungan, dan pentingnya kesadaran masyarakat utuk menjalankan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sambutan gubernur yang dibacakan Ida Bagus menegaskan bahwa pelaksanaan Program Kotaku sudah selaras dengan visi misi pemimpin daerah di Bali. Yakni, menjalankan program prioritas jangka pendek dan mengimplementasikan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Visi yang ditargetkan dalam program tersebut adalah Nangun Sat Kerthih Loka Bali, atau Mewujudkan Bali Era Baru.

Upaya mewujudkan visi tadi ditempuh melalui 22 Misi Pembangunan Bali, sebagai arah kebijakan pembangunan Bali dalam melaksanakan PPNSB. Ida Bagus menambahkan, misi yang ke-11 dan ke-22 sangat selaras dengan tujuan Program Kotaku. Misi ke-11 mengedepankan cara hidup manusia Bali, yang harus memelihara serta menjaga kelestarian lingkungan hidup untuk menjaga kelangsungan kehidupan. Misi ke-22 adalah mengembangkan tata kehidupan krama Bali, menata wilayah dan lingkungan yang hijau, indah dan bersih yang merupakan praktik nyata atas konsep Tri Hita Karana, terutama harmonisasi hubungan manusia dengan alam lingkungannya.

Perhelatan lokakarya kali ini dikemas sebagai wahana diskusi terkait perencanaan dan evaluasi Program Kotaku di Provinsi Bali. Pada hari pertama, sesi pertama, dipaparkan materi Kebijakan dan Target Nasional Program Kotaku oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali (BPPW) I Nyoman Sutresna. Sedangkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gede Pramana membedah materi tentang tentangan serta masalah perumahan dan kawasan permukiman di Pulau Dewata.

Menyoal kumuh, Provinsi Bali memang mempunyai karakteristik khusus lantaran tidak mempunyai kawasan kumuh berat seperti di provinsi yang lain di Indonesia. Menurut Nyoman Sutresna, dari 650,37 hektare luas kumuh hasil rekapitulasi Surat Keputusan Kumuh seluruh kota/kabupaten di Bali, wilayah dampingan Program Kotaku menyumbang 265,95 Ha kumuh. Angka kumulatif pencapaian penanganan kumuh hingga akhir 2018 adalah mencapai 198,679 Ha (75 %), dengan sisa Penanganan Kumuh Awal 2019 sebesar 67,177 Ha (25 %).

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali 2009-2029, lahan terbuka hijau minimal harus mencapai 30 persen dari luas wilayah. Sementara alokasi peruntukan kawasan permukiman seluas 532,10 kilometer persegi atau 9,44 persen dari luas daerah Provinsi Bali (5.636,66 km²). Aturan inilah yang menjadi tantangan yang perlu diperhatikan soal luasan wilayah yang masih tersedia dalam hal penyediaan rumah untuk permukiman. "Kelestarian alam dapat terganggu jika lahan pertanian yang produktif atau jalur hijau pun nantinya dikalahkan menjadi alih fungsi lahan untuk kawasan permukiman," kata Gede Pramana.

Testimoni keberhasilan penataan lingkungan di Kota Denpasar disampaikan Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar Dewa Gede Pradnyana. Pemaparan itu diiringi secara panel oleh Pejabat Pembuat komitmen (PPK) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Bali Agusvery Sutra Wijaya tentang Gambaran Umum Pelaksanaan Program Kotaku di Provinsi Bali.

Kota Denpasar sebagai etalase Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra telah berbuat banyak gebrakan dan inovasi dalam berbagai bidang. Di antaranya, dalam bidang pembangunan, penataan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai macam penghargaan pun mengalir sebagai apresiasi atas kinerjanya. Bahkan, sebanyak empat penghargaan layak anak diraih Kota Denpasar dalam ajang Penganugerahan Kabupaten dan Kota Layak Anak 2019. Di pentas Indonesia Attractiveness Award 2019 yang diselenggarakan Tempo Media Group, Kota Denpasar dinobatkan sebagai Pemenang Platinum Kota Besar Pariwisata dan Pemenang Gold Kota Besar Pelayanan Publik.

Ada dua inovasi Denpasar yang juga lolos pada Top 99 ini: Denpasar Mantap Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Damakesmas) untuk kategori pelayanan kesehatan dan Sungai Elok, Nyaman untuk Masyarakat dengan Menjaga Lingkungan dan Alam di Tukad Bindu (Senyum Melia di Tubin) Kelurahan Kesiman untuk kategori pemberdayaan masyarakat.

Dan belum lama berselang, Kota Denpasar menyabet penilaian Kota Termakmur versi The United Nations Human Settlements Proggrame (UN-Habitat). UN-Habitat ini adalah organisasi sayap Perserikatan Bangsa-Bangsa yang khusus membahas soal isu-isu permukiman, yang pertemuannya acap digelar per 20 tahun sekali. City Prosperity Index (CPI) metode yang dikembangkan oleh UN-Habitat digunakan untuk memonitor implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) dan New Urban Area.

Untuk ukuran Indonesia, dari 21 kota yang disurvei, Kota Denpasar menduduki peringkat pertama, dengan nilai 60,2 %. Artinya, masih masuk kategori moderately solid. Belum ada kota-kota di Indonesia masuk dalam kategori solid dan very solid.

Hari kedua lokakarya diisi agenda menarik. Peserta pun amat antusias mendengarkan peluang kolaborasi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Rotary Club Bali (RCB). Keduanya diundang khusus untuk berbagi informasi terkait akses kolaborasi bagi pemerintah daerah dan FKA-BKM yang mewakili masyarakat desa/kelurahan. Narasumber dari BRI memaparkan persyaratan untuk dapat menjalin mitra dengan Program Kotaku atau masyarakat.

Penawaran RCB berupa kerja sama bidang penghijauan langsung disepakati. Sedianya, Rotary Club Bali akan membatu pengadaan pohon jika kota/kabupaten atau masyarakat mempunyai program penghijauan skala besar di area yang luas. Selain itu ada program pemberian pohon kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk meningkatkan pendapatan dari hasil penjualannya. Seperti, pohon buah dan bunga cempaka yang sering dimanfaatkan sebagai sarana upacara sembahyang.

FKA-BKM Kota Denpasar dihadirkan juga sebagai narasumber, sebagai upaya memotivasi kelembagaan FKA-BKM di kota/kabupaten lain. FKA BKM Kota Denpasar buka kartu kisah kesuksesan menjalankan peran di Desa Dauh Puri Kauh. Mereka mengadvokasi perencanaan sampai realisasi penganggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa terkait penataan lingkungan. Di antaranya melalui kegiatan pembangunan jalan lingkungan berkonstruksi paving block di lokasi kumuh dan penghijauan di beberapa gang sesuai penggunaan dana Tahun Anggaran 2019. Menurut rencana, upaya yang sama akan dilanjutkan pada 2020 di wilayah gang lainnya.

Keluaran yang diharapkan lewat Lokakarya Program Kotaku ini dicapai melakukan Focus Group Disscusion (FGD). Hasil FGD masing-masing kota/kabupaten kemudian dirangkum menjadi kesepakatan yang akan menjadi rencana tindak lanjut pelaksanaan selanjutnya.

Di penghujung agenda, kegiatan Lokakarya Program Kotaku Provinsi Bali ditutup Kepala Bagian Tata Usaha BPPW Bali Anak Agung Budi Arnaya. Dia mengapresiasi kehadiran dan semangat para peserta yang mengikuti acara, dan berharap hasil kesepakatan dapat direalisasikan di kota/kabupaten di Negeri Seribu Pura. [Bali]

Penulis: Sri Nulus, TA FIC OSP-5 Program Kotaku Provinsi Bali

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.