Bukittinggi, Lokasi ke-5 Kolaborasi Kotaku-SMF

Berita Kolaborasi Bukittinggi Sumatra Barat SMF Comments (0) View (161)

Kota Bukittinggi Provinsi Sumatra Barat terpilih menjadi lokasi kolaborasi perumahan antara Pemerintah Kota Bukittinggi, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Kolaborasi tiga pihak ini menyasar target masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di lokasi Skala Kawasan yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Lokasi Skala Kawasan Kota Bukittinggi tersebut terletak di Kecamatan Guguk Panjang, tepatnya di Kelurahan Aur Tajungkang Tepi Sawah dan Kelurahan Pakan Kurai. Tim Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Wilayah 1 dan Tim SMF berkunjung ke Bukittinggi, kota ke-5 yang menjadi lokasi percontohan kolaborasi perumahan lokasi tersebut menjelang akhir September silam.

Hasil kunjungan tersebut merinci, ada 11 kepala keluarga berstatus MBR yang masih memiliki persoalan rumah tinggal. Menurut rencana, kolaborasi perumahan ini dilaksanakan dengan memperbaiki rumah tinggal atau membangun kediaman yang baru jika memang kondisi awal tak memungkinkan lagi buat diperbaiki. Targetnya adalah, supaya permasalahan mendasar—seperti rumah tinggal—para penyandang status MBR dapat diatasi.

Kunjungan Tim KMP yang diwakili Sub-Financial Institutional Collaboration (FIC) Joko Siswoyo bersama Wahyu Januar dan Deandra Novendrea dari Tim SMF itu sekaligus melaksanakan proses verifikasi calon penerima manfaat. Tim verifikasi mengunjungi lokasi rumah kediaman berstatus MBR yang diusulkan mendapat bantuan kolaborasi perumahan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Bukittinggi Supadria yang ikut ke lapangan turut mewawancara para calon penerima manfaat. Interview dilakukan dengan pemilik rumah, anggota keluarga lain yang tinggal di rumah tersebut, hingga ke ketua RT/RW dan kepala kelurahan. Tujuannya jelas, untuk memastikan bahwa calon penerima manfaat kolaborasi perumahan ini memang warga setempat, yang memiliki permasalahan dengan kondisi rumah, serta legalitas rumah.

Hasil verifikasi menyepakati data 15 RTLH di Kota Bukittinggi. Sebanyak sembilan RTLH berada di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, dan enam RTLH lainnya di Kelurahan Pakan Kurai. Proses kesepakatan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Perkim Kota Bukittinggi, diikuti PT SMF, KMP, OC, lurah dan badan keswadayaan masyarakat (BKM) dari kedua kelurahan sasaran. Tahap selanjutnya adalah penyusunan dokumen teknis (DED) dan proposal kegiatan yang akan difasilitasi konsultan perencana. Tim Korkot Bukittinggi dan OC Sumbar akan berperan sebagai verifikator dokumen teknis, untuk memastikan kualitas bangunan memenuhi standar dan kriteria yang telah ditetapkan.

Selain Kota Bukittinggi, lokasi percontohan kolaborasi perumahan adalah Kota Yogyakarta, Semarang, Pontianak, dan Kota Makassar. Keempat kota itu telah mengawali kegiatan kolaborasi perumahan dengan memfasilitasi peningkatan kualitas RTLH. Ada empat komponen kegiatan yang akan dikolaborasikan, yang meliputi dukungan penyusunan dokumen perencanaan, dukungan pengadaan konsultan pengawas, dukungan rehabilitasi atau renovasi RTLH serta dukungan operasional bagi lembaga keswadayaan masyarakat (LKM) atau BKM.

PT SMF telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 7 miliar untuk lima kota dan Rp 2 miliar di antaranya telah dikucurkan ke Kota Yogyakarta untuk pembangunan 14 rumah untuk periode 2018-2019. Sementara anggaran penanganan Tahap 1 di Kota Semarang dan Kota Pontianak akan dicairkan di awal Oktober ini. Sementara Kota Makassar dan Kota Bukittinggi akan mencairkan anggaran pada akhir Oktober, yang diharapkan tuntas dan dapat diserahterimakan kepada pemanfaat pada akhir Desember 2019. [KMP-1]

Penulis: Damar Widiatmoko, FIC Specialist KMP Program Kotaku wil.1

Editor: Epn

0 Komentar