Beranda Warta Artikel Best Practice, Konsep 'Langit' yang Membumi

Best Practice, Konsep 'Langit' yang Membumi

Artikel Kalimantan Tengah Kalteng Comments (0) View (287)

Di era '90-an, sebuah iklan pencuci rambut hadir dengan tagline "Aah... Teori!" Pesan yang diusung adalah, praktik tak semudah teori. Begitu pun dengan konsep yang diusung Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), dari Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sebuah program pemberdayaan masyarakat dalam penanganan dan pencegahan kumuh di Tanah Air. Karena memang, das sein, das sollen; kenyataan tak melulu sesuai harapan.

Fakta berbicara. Makin banyak konsep berhasil direalisasikan dalam bentuk implementasi, program tersebut dinilai mendulang sukses. Namun sebaliknya, semakin banyak konsep yang tak berhasil diimplementasikan, program tadi spontan menyandang predikat gagal total.

Kesenjangan antara konsep dan realitas kerap berimplikasi pada kepercayaan pelaku terhadap kebenaran konsep. Pada kondisi inilah, tindakan nyata dari personal atau kelompok yang sudah mampu menerjemahkan konsep diperlukan. Sebutannya, praktik baik, sebuah keberhasilan dalam melaksanakan tugas dalam mengatasi berbagai masalah yang bisa dijadikan panutan dan panduan. Best practice itu menjadi jembatan yang diharapkan mampu menjelaskan sekaligus membangun keyakinan pelaku lainnya soal konsep yang ditawarkan pada sebuah program memungkinkan untuk direalisasikan. Dalam Program Kotaku, praktik baik menempati peran strategis sebagai media pembelajaran dan pemicu asa.

Sebagai 'inspirator', praktik baik memiliki sederet indikator. Pertama, mampu mengembangkan cara baru dan inovatif dalam pengembangan pemecahan persoalan. Selanjutnya, sebuah praktik baik membawa perubahan atau perbedaan dengan hasil luar biasa (outstanding result). Ketiga, best practice mampu mengatasi persoalan dan memberi manfaat tertentu secara berkelanjutan (sustainable), bukan sesaat. Kemudian mampu menjadi model dan memberi inspirasi. Yang tak kalah penting, praktik baik harus bisa dilihat dari perspektif ekonomis, yang mengedepankan asas efektif dan efisien. Sehingga bisa 'membumikan' konsep yang ada ['di langit']. [Kalteng]

Penulis: Mohammad Azis, Sub-Prof Training OSP 6 Program Kotaku Provinsi Kalimantan Tengah

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.