Beranda Warta Cerita Ketika Lokasi BPM 2019 di Ambon 'Bergeser'

Ketika Lokasi BPM 2019 di Ambon 'Bergeser'

Cerita Maluku PIM Lesson Learned Comments (0) View (110)

Sesuai Surat Keputusan Wali Kota Ambon Nomor 402 Tahun 2014, Desa Batu Merah, Maluku, adalah satu dari sejumlah desa penyandang predikat kawasan kumuh. Atas kondisi itulah, SK Penetapan Lokasi Direktur Pengembangan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadikan Desa Batu Merah sebagai desa penerima manfaat Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Tahun Anggaran 2019. Sesuai kondisi riil di lapangan dan R0 (revisi nol) Pengurangan Kumuh Akhir 2018, ada beberapa rukun tetangga di Desa Batu Merah yang masuk kategori kumuh dengan skor 19.

Tim Fasilitator dan badan keswadayaan masyarakat (BKM) melakukan survei untuk menetapkan lokasi prioritas BPM 2019 di Desa Batu Merah. Pascasurvei dan musyawarah warga, RT, dan pemerintah desa, diputuskanlah kawasan RT 001/RW 04 menjadi target pelaksanaan penataan. Selanjutnya masyarakat dan BKM didampingi Tim Fasilitator mulai menyusun rencana teknis BPM 2019 di lokasi tersebut. Namun belakangan, lokasi BPM rupanya bergeser ke RT 001, RT 002, dan RT 003 di Rukun Warga 05.

Koordinator BKM Hatukau Desa Batu Merah Harun Hasan spontan menanyakan alasan pemindahan lokasi. Apalagi, segenap unsur wilayah yang bermufakat sudah siap melaksanakan kegiatan, seperti konsep pra-desain dan Detail Engineering Design (DED) yang mayoritas telah tuntas. Warga di lingkungan setempat pun sudah diarahkan membentuk kelompok swadaya masyarakat. Aspirasi Harun terekam dalam aduan Pengelolaan Informasi dan Masalah Program Kota Tanpa Kumuh per Maret 2019 dengan nomor register 000181710319.

Menyoal masalah tersebut, Senior Fasilitator BPM Juberita Seleky memaparkan latar belakang perubahan. Pemindahan lokasi terjadi usai Tim Koordinator Kota Program Kotaku berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon dan Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Maluku. Selain itu, rencana teknis yang pernah dibuat warga beserta pemerintah desa wajib dikonsultasikan kepada Pemda Kota Ambon, melalui satuan kerja dan Kelompok Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) setempat.

Berdasarkan masukan anggota Pokja PKP yang disampaikan melalui Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Ambon, Tim Program Kotaku baru mengetahui bahwa lokasi RT 001/RW 04 justru menjadi bagian dari perencanaan pembangunan jalan layang (fly over) Kota Ambon, yang akan mulai dibangun pada 2020. Lokasi tersebut juga sudah disurvei Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku. Pembangunan jalan tersebut bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan yang sering terjadi di ruas jalan di kawasan Desa Batu Merah.

Alhasil, kini Harun Hasan telah memahami latar belakang pemindahan lokasi target penataan pembangunan BPM 2019. Merujuk fakta tersebut, BKM, masyarakat, dan pemerintah Desa Batu Merah kembali berembuk dan menyusun ulang rencana teknis kegiatan pembangunan di tiga RT sasaran.

Poin penting dari kasus ini adalah perencanaan matang pembangunan yang diusung segenap unsur masyarakat dan pemangku kepentingan mesti sejalan dengan target pembangunan pemda. Musyawarah untuk mufakat menjadi solusi persoalan, dan menjadi pembelajaran bagi semua. [Maluku]

Penulis: Personel OSP-11 Program Kotaku Provinsi Maluku

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.