Beranda Warta Cerita Kampung Kardus, Konsep Penataan Versi Bondowoso

Kampung Kardus, Konsep Penataan Versi Bondowoso

Cerita Jawa Timur Bondowoso Kampung Kardus Infrastruktur Comments (0) View (132)

Kabupaten Bondowoso punya sejarah menarik. Sebelum menjadi Bondowoso, kabupaten di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur itu bernama Blindungan. Kabupaten ini mengalami berbagai perubahan dan pembangunan yang pada akhirnya berubah menjadi nama Bondowoso. Maknanya, sebagai modal utama membangun negeri dengan modal bekerja keras untuk 'membabat' hutan sebagai kota dan permukiman.

Sejalan dengan itu semua, ada aktivitas Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Blindungan yang memanfaatkan dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) sebesar Rp 1,5 miliar untuk Tahun Anggaran 2019. Program ini bertujuan mewujudkan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat dan berdampak pada pertumbuhan perekonomian masyarakat yang berkelanjutan (livelihood) di 15,38 hektare permukiman kumuh setempat.

Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Cemara juga sudah membina sejumlah kelompok aktivitas masyarakat di lingkungan Kelurahan Blindungan. Termasuk, menyelenggarakan berbagai diskusi kecil antarmasyarakat menyoal rencana menata kampung dalam berbagai bidang kegiatan. Mulai dari kelompok pengolahan ikan air tawar, kelompok penghijauan, kelompok pengrajin, dan Kelompok Sadar Wisata (Darwis).

Hasil rembuk merinci konsep penataan yang bakal dijalankan. Seperti kampung produktif, dan kampung berwarna-warni dengan penghijauan ala hidroponik. Semua sebagai wujud nyata penataan hunian yang bersih, sehat, layak, dan berkelanjutan. Warga menginginkan keberadaan kampung tematik dengan ciri khas dan karakter sebagai wilayah yang dapat dikenal sebagai wajah baru kampung inovatif dan kreatif. Akhirnya, disepakatilah tema dan konsep Kampung Kardus; karya usaha.

Sebenarnya konsep Kampung Kardus ini berangkat dari gabungan seluruh gagasan yang ada. Filosofisnya adalah perwujudan sikap dan perilaku masyarakat sekitar yang selalu berkarya. Tengok saja beragam usaha rumah (home industri), seperti kerajinan tangan, abon ikan air tawar terutama ikan lele serta usaha budi daya tanaman obat keluarga (toga), dan sayuran dengan sistem hidroponik. Sehingga dinilai sangat sesuai dengan konsep Kampung Kardus yang dimaksudkan dalam pembangunan dan perubahan wajah kampung tersebut.

LKM Cemara spontan menyingsingkan lengan baju. Apalagi aktivitas yang dilaksanakan mendapat alokasi 10 persen dari dana BPM. Pelaksanaannya terbagi dua segmen; mewujudkan Kali Bersih, dengan normalisasi sungai supaya bersih dan tidak bau serta dijadikan sebagai lahan usaha penanaman sayuran atau tanaman toga dan tempat pemancingan. Di bagian kedua adalah penataan ulang kolam yang tidak terpelihara untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembibitan ikan air tawar, terutama Ikan lele sebagai penopang usaha kelompok usaha abon ikan lele dan pentol (bakso tusuk) ikan. Selain itu ada upaya pemanfaatan lahan kosong yang lebih produktif untuk pembibitan sayur-sayuran serta tanaman toga. Kedua segmen ini tentunya pembangunan memang benar-benar memiliki dampak positif terhadap hasil pembangunan itu sendiri dan peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

 

    

Penulis: Ali Utsman, Bondowoso OSP 4 Program Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.