Beranda Warta Berita Kotaku, Program yang Paling Siap Diajak Kolaborasi

Kotaku, Program yang Paling Siap Diajak Kolaborasi

Berita Yogyakarta Kolaborasi Purwokinanti PT SMF Comments (0) View (337)

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dinilai program yang paling siap untuk diajak berkolaborasi, karena Program Kotaku memiliki kelembagaan dan sumberdaya manusia (SDM) yang cukup mumpuni. Mulai dari tingkat manajemen sampai kelembagaan badan keswadayaan masyarakat (BKM). Bahkan di beberapa lokasi, BKM sudah memiliki badan hukum, sehingga pihak lain merasa aman dalam menjalin kolaborasi.

Hal ini diungkapkan Komisaris PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Iskandar, di sela-sela kunjungan Tim SMF ke Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta, Rabu (23/10) lalu. Saat itu Tim SMF, didampingi Tim Kotaku, mengunjungi lokasi rehab 14 rumah tidak layak huni (RTLH) yang merupakan kerja kolaborasi antara Program Kotaku dengan PT SMF.

Pada kesempatan itu, anggota BKM dan fasilitator memaparkan proses pembangunan rumah, mulai dari survei awal, prioritas RTLH, membangun kesepakatan, membongkar, hingga terbangun kembali rumah baru, serta rencana keberlanjutan.

Dalam aspek keteraturan bangunan dan RTLH, Program Kotaku tidak bisa menyentuh/menata, sehingga dinilai sayang jika infrastruktur dasar sudah dibenahi tapi kebutuhan dasar akan rumah belum tercapai. Pemerintah telah mencoba melakukan program untuk rumah yaitu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bertujuan membangun rumah layak huni untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Akan tetapi, banyak yang tidak tepat sasaran, karena pengelolaan bantuan tersebut tidak melalui kelembagaan yang ada di masyarakat. Di sisi lain, kolaborasi sangat penting untuk mencapai keberhasilan suatu program. Inilah yang coba digagas oleh PT. SMF untuk pembenahan RTLH bagi masyarakat MBR.

Dengan adanya pembenahan RTLH kualitas hidup dapat menjadi lebih baik, sehingga mampu menurunkan pembiayaan yang lain. Misalkan, jika perumahan memiliki permukiman nyaman, aman, dan sehat maka penghuninya pasti sehat dan produktif, hingga bisa menurunkan pembiayaan dana BPJS. Pembangunan rumah RTLH yang digagas oleh PT. SMF di Kelurahan Purwokinanti dapat menjadi percontohan pengembangan rumah bagi masyarakat MBR. Selain itu, BKM didorong bisa berkembang untuk melakukan Community Housing Loan.

“Kolaborasi PT SMF dengan KOTAKU ini diperluas di 2019, yaitu di Kota Semarang, Kota Pontianak, Bukit Tinggi dan Makasar. Tentunya semua proses akan mengalami perbaikan dari apa yang sudah dilaksanakan di Purwokinanti, sebagai lokasi pilot,” ujar Komisaris PT SMF Iskandar.

Dari 14 rumah yang direhab, Tim SMF berkesempatan mengunjungi dan berdialog dengan 8 pemilik rumah, yaitu Pak Arung, Pak Edi, Ibu Parjilah, Pak Narkam, Pak Broto, Pak Sukirman, Ibu Tin, dan Pak Adang. Umumnya semua pemilik rumah merasa puas dengan rehab bangunan rumahnya. Hampir semua rumah yang dikunjungi dibongkar total dan dibangun ulang, mulai dari fondasi, struktur bangunan, dinding, atap, lantai, pintu, instalasi listrik, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, hingga dapur. Bahkan, ada beberapa rumah yang mengalami perubahan luas bangunan, disesuaikan dengan standar luas bangunan per jiwa dan jumlah kepala keluarga (KK), seperti Rumah Pak Broto, misalnya.

Kunjungan diakhiri dengan diskusi kecil dan serius mengenai keberlanjutan antara Team Leader Kotaku Provinsi DI Yogyakarta Imam dengan Direktur PT SMF Trisnadi Yulrisman. [KMP-2 di DIY]

Dokumentasi before dan after:

    

Penulis: Agus Sudirman, FIC Specialist KMP Kotaku wil. 2

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.