Beranda Warta Berita Kabupaten Pekalongan Juara 3 Lomba Habitat 2019

Kabupaten Pekalongan Juara 3 Lomba Habitat 2019

Berita Jawa Tengah Pekalongan Hari Habitat HHD Comments (0) View (84)

Penghargaan sukses menata lingkungan dan permukiman adalah penting bagi suatu wilayah. Tak heran bila pemerintah bersama masyarakat menyingsingkan lengan baju untuk mewujudkannya. Itulah yang tampak jelas di Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Dan hasilnya, patut diacungi jempol. Kiprah Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama warga setempat berhasil meraih Juara 3 Lomba Hari Habitat 2019, yang dilaksanakan menjelang pertengahan beberapa waktu lampau.

Desa Pecakaran terpilih sebagai lokasi Best Practice Penanganan Kumuh Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang diikutsertakan dalam percontohan inovasi se-Kabupaten Pekalongan dalam mengatasi Kekumuhan untuk ajang Hari Habitat. Di tahun ini, ada 15 dari total 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah yang menjadi pesaing Desa Pecakaran. Ke-15 kabupaten/kota tersebut melalui tahap penilaian tim juri di Ibu Kota Provinsi, Semarang. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pekalongan Nomor 663/408 Tahun 2014, sebaran kawasan kumuh di Kabupaten Pekalongan berada di 34 desa atau kelurahan. Total luas permukiman kumuh di wilayah itu mencapai 671,84 hektare.

Seleksi buat Desa Pecakaran dilanjutkan dengan proses verifikasi. Buntutnya, desa di Kabupaten Pekalongan yang mengangkat tema Inovasi Penataan Kampung Sentra Ikan dan Wisata yang Asri, Bebas Banjir, dan Kumuh tersebut dinyatakan sah menyandang predikat juara ketiga se-Jawa Tengah. Kerja sama warga bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam pengelolaan dan perwujudan lingkungan bersih adalah peraih penghargaan Adipura 2017, dan dua tahun berikutnya masuk di peringkat tiga besar. Khusus Lomba Habitat, tahun kemarin Kabupaten Pekalongan menyabet Juara Kedua, dan menjadi Juara Tiga pada 2019 ini.

Galibnya, lingkungan bersih, asri, sehat, dan tertata adalah dambaan semua insan. Namun tentu tak mudah untuk menciptakan lingkungan yang terlihat bersih, asri, dan rapi sehingga nyaman dilihat. Tidak jarang karena kesibukan dan berbagai alasan lain, masalah kebersihan lingkungan di sekitar, terutama lingkungan rumah acap terabaikan.

Maka sangatlah penting semua warga masyarakat di daerah masing-masing untuk bergotong royong menciptakan lingkungan hidup yang bersih, aman, dan nyaman sebagai tempat tinggal bersama. Untuk menciptakan lingkungan hidup yang seperti itu, tidak hanya satu atau dua orang saja yang dibutuhkan peranannya, melainkan seluruh warga masyarakat seharusnya kompak ikut berperan aktif.
Pemkab Pekalongan rutin mengupayakan sembari menciptakan inovasi baru penanganan kumuh wilayah. Misalnya, Gerakan Gotong Royong Hidup Bersih dan Sehat (Gentong Hebat), yang dilakukan serentak bersama masyarakat mulai dari tingkat rukun tetangga hingga kabupaten.

Ada pula BerJumPa (Bersih Jumat Pagi), yang 'wajib' dilaksanakan saban Jumat dengan aksi bersih lingkungan. Lantas Gerakan Masyarakat Sapu Bersih Sampah (Gemes Sahe) dan Bongkar Helikopter (jamban liar), alias aksi perilaku hidup bersih dan sehat dengan tidak membuang hajat ke sungai. Yang unik adalah Ayo Bangun Rumah Sendiri (Abang Rudi), bentuk kepedulian untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai wadah kepedulian berbagai pihak—termasuk donatur—untuk ikut membangun rumah layak huni. [Jateng]

Dokumentasi lainnya:

    

Penulis: Eva Shokhifatun Nisa, Asisten Kota Urban Planner OSP Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.