Beranda Warta Cerita Kolaborasi Tripartit Ubah Wajah Blotan

Kolaborasi Tripartit Ubah Wajah Blotan

Cerita DI Yogyakarta Ledok Blotan Comments (0) View (134)

Sekilas mata memandang, Pedukuhan Blotan tak tampak lazimnya wilayah permukiman yang kumuh. Namun bila lebih detail, sederet indikator kumuh mengular di wilayah ini. Di antaranya, prasarana dasar setiap hunian berupa jalan lingkungan yang rusak tanpa drainase sama sekali. Akibatnya jelas sekali, khususnya di musim penghujan, air limpasan meluap ke jalan lingkungan di permukiman wilayah administratif yang terletak di Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah ini. Urusan sampah pun tak berbeda jauh, warga kadung biasa membuang atau membakarnya di pekarangan rumah.

Pedukuhan Blotan, Rukun Tetangga 001 Rukun Warga 040 khususnya, adalah wilayah yang cukup strategis karena berdekatan dengan pusat Kota Ngemplak, Stadion Maguwoharjo, kampus, rumah sakit, sekolah bertaraf internasional, hingga stasiun televisi lokal. Budaya kemasyarakatan di permukiman dengan jumlah penduduk 48 kepala keluarga dan terdiri dari 158 jiwa ini secara umum memiliki jiwa sosial yang cukup kuat. Misalnya saja seperti gotong royong, kegiatan keagamaan, atau aksi saling membantu antartetangga. Rutinitas urun rembuk bermusyawarah pun masih kerap diadakan, baik di tingkat RT maupun tingkat pedukuhan.

Indikator kumuh data Baseline Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) mencatat jalan lingkungan Pedukuhan Blotan memperoleh Skor 1. Sementara buat drainase lingkungan, tata kelola persampahan, dan proteksi kebakaran masing-masing menyandang Skor 5. Pemerintah Kabupaten Sleman juga menerbitkan surat keputusan (SK) tentang penataan kawasan permukiman kumuh pada 2014. Dan Pedukuhan Blotan—khususnya RT 001 RW 040—menjadi satu dari 45 titik lokasi kumuh di Kabupaten Sleman.

Pascapenerbitan SK, akhirnya Pemkab Sleman beraksi bersama Program Kotaku. Di antaranya dengan menyusun dokumen rincian semua kegiatan yang harus dilakukan untuk penataan kawasan RT 001 RW 040, yakni Rencana Penataan Permukiman (RPP). Di level Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Wedomartani, Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) juga menyiapkan dokumen penataan kawasan yaitu Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) yang berisi Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP).

Seluruh dokumen tersebut merupakan hasil sinkronisasi dan kesepakatan antara Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman; Program Kotaku; jajaran pemerintah desa; dan BKM. Tujuannya adalah membangun komitmen bersama dalam percepatan penanganan kumuh secara sinergi dan saling melengkapi. Total dana investasi yang dianggarkan dalam dokumen RPP adalah sebesar Rp 3.035.800.000. Uang itu diperuntukkan bagi penataan dan pembangunan sektor infrastruktur, permukiman, pendidikan, sosial, budaya, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Wilayah Pedukuhan Blotan RT 001 RW 040 ini sebenarnya sudah 'disentuh' Program Kotaku melalui anggaran Bantuan Dana Investasi (BDI) sebesar Rp 500 juta, dua tahun silam.

Hasil lobi dan mufakat antara pemerintah desa, BKM, dan masyarakat setempat memutuskan untuk membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) sebagai pelaksana pembangunan. Namanya, KSM Blotan Gumregah. Yang arti terjemahan bebasnya adalah bangkit bersama demi kesejahteraan yang berkelanjutan. Melalui BKM inilah seluruh pemangku kepentingan Pedukuhan Blotan yang didampingi Program Kotaku turut andil menyiapkan penyusunan proposal, desain konstruksi rencana pembangunan (Detailed Engineering Design, DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Kegiatan (MP2K).

Saat proses pembangunan, sumbangsih warga kaum perempuan pun tak bisa dianggap enteng. Animo penuh antusias diwujudkan melalui pasokan makanan bagi pekerja yang disediakan secara bergiliran. Di akhir pekan, mereka pun ikut turun tangan langsung membantu para tukang bekerja.

Hasilnya adalah kala Siklon Tropis Cempaka menerjang Yogyakarta. Tak ada lagi banjir kendati hujan deras mengguyur seolah tanpa henti. Jalanan di Pedukuhan Blotan aman dilalui warga. Apalagi, ditambah lampu penerangan di sepanjang ruas jalan, yang biaya tagihan per bulan diambil dari kas RT.

Namun tugas belumlah tuntas. Di sisi belakang permukiman terdapat aliran sungai dan lahan tidur yang harus segera ditangani karena menjadi 'hutan' kecil dan sarang nyamuk.

Pemkab tak juga tinggal diam. Melalui kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sleman sebesar Rp 1,2 miliar untuk beberapa wilayah kumuh setempat, sungai dan rimbunan semak belukar di areal Pedukuhan Blotan berubah wujud menjadi ruang terbuka hijau yang ditata indah dilengkapi panorama sungai yang mengalir asri memesona.

Kini nama wilayah Pedukuhan Blotan berubah dengan julukan Ledok Blotan. Boleh jadi lantaran telah berubah total dari wilayah kumuh ke areal mumpuni target wisata permukiman, saat ini Ledok Blotan telah mengantongi Nomor Induk Wisata dari pemerintah setempat. Berubah 180 derajat.

Langkah awal menata ulang Pedukuhan Blotan memang sudah dilaksanakan. Namun mimpi indah menjadikan Ledok Blotan sebagai kawasan idaman masih harus diperjuangkan bersama seluruh pihak, selamanya. Sepakat! [DIY]

Penulis: Supriyati Rahayu, Senior Fasilitator Tim Sleman 3 Program Kotaku Provinsi DI Yogyakarta

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.