Beranda Warta Cerita Di Yogya, Generasi Belia Diajak Cintai Lingkungan

Di Yogya, Generasi Belia Diajak Cintai Lingkungan

Cerita DI Yogyakarta Yogyakarta Comments (0) View (151)

Menjaga kebersihan lingkungan adalah kewajiban tugas setiap individu yang harus diterapkan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tujuan itulah yang dilaksanakan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bekerja sama dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) melalui aksi bersih di kawasan Sungai Gajah Wong, akhir Oktober silam. Kegiatan yang sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2019 tersebut dilakukan di sekitar Taman Paleredan, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo dengan mengangkat tema "Generasi Masa Depan, Generasi Peduli Sampah".

Selain aksi bersih-bersih areal bantaran dan aliran sungai, acara ini juga mensosialisasikan pentingnya mengelola sampah dan menjaga kebersihkan lingkungan kepada siswa siswi TK Al Ikhlas Giwangan. Mereka diajarkan tentang kiat mengelola atau memilah sampah dengan konsep Reuse, Reduse, dan Recycle (3R). Usai 'pelatihan', anak-anak diajak berjalan-jalan di taman sembari memberi makan ikan-ikan yang sedang dibudidayakan di areal pengairan setempat.

Kawasan Kelurahan Giwangan, khususnya wilayah sekitar Taman Paleredan sempat menyandang predikat area kumuh. Pascapenerapan Program Kotaku, sejumlah pembenahan dan penataan ulang dilakukan. Alhasil kini, lingkungan setempat menjadi bersih dan sedap dipandang mata.

Sebelumnya kawasan ini, mempunyai stigma kumuh, namun melalui Program Kotaku dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sejumlah pembenahan sudah dilakukan, sehingga lingkungan menjadi bersih dan terawat dengan baik. “Dengan gotong royong, kini taman sudah digunakan untuk wisata rekreasi dan bisa terawat dengan baik,” kata Priyono, ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Giwangan Manunggal.

Saat ini Taman Paleredan menjadi kawasan wisata bagi masyarakat. Saban sore hari menjadi puncak warga berkumpul, menikmati suasana pinggir sungai dan taman. Anak-anak pun bermain bersama sambil memberi makan ikan.

Team Leader Oversight Service Provider (OSP) 2 DIY Mohammad Imam Santoso berharap aksi bersama bersih sungai atau lingkungan sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan sekadar momentum tahunan. “Tetapi menjadi acara rutin, paling tidak, bisa tiga bulan sekali dilakukan,” kata Imam. [DIY]

Penulis: Reni Rachma HW, Sub-Komunikasi OSP-2 Program Kotaku Provinsi DIY

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.