Beranda Warta Berita Lokakarya Kotaku Sumut, 14 Wilayah Waspada Kumuh

Lokakarya Kotaku Sumut, 14 Wilayah Waspada Kumuh

Berita Lokakarya Sumatra Utara Comments (0) View (195)

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Sumatra Utara menyelenggarakan lokakarya. Dalam sambutan sekaligus arahannya, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumut Syafriel Tansier menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR dengan Program Kotaku memiliki komitmen mengentaskan kawasan permukiman kumuh di perkotaan. Acara lokakarya yang berlangsung selama dua hari di Kota Medan, pertengahan November 2019 tersebut diikuti oleh 14 wilayah kota dan kabupaten. Yakni, Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, Kota Tanjung Balai, Kota Padangsidimpuan, Kota Pematangsiantar, Kota Sibolga, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhanbatu, dan Kabupaten Simalungun.

Syafriel menambahkan, pelaksanaan Program Kotaku adalah strategi untuk membangun sistem kolaborasi dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh. Yakni, pemerintah daerah sebagai nakhoda, masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, dan pemerintah pusat sebagai pendamping pemda.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumut Aspan Sofian menggenapi pernyataan Syafriel. Dia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumut pun mendukung penuh penyelenggaraan Program Kotaku di Sumut. Bahkan, sinergi Program Kotaku dan program penanganan kawasan kumuh yang ada di berbagai dinas dan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat bisa mempercepat upaya 0 persen kumuh sekaligus mencegah kumuh baru pada 2019 ini. Berdasarkan strategi Program Kotaku, setiap tahunnya penyelenggaraan program penanganan kumuh dibagi ke dalam tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan keberlanjutan.

Peserta lokakarya kali ini terbilang membludak. Maklum, masing-masing kabupaten/kota mengirim tiga utusan, yaitu kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, perwakilan Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP), dan koordinator kota atau asisten kota mandiri selaku pendamping Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Personel BPPW Sumut dan Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) Sumut pun didaulat hadir, bersama OPD setempat. Di antaranya Dinas Pengambangan Kawasan Permukiman (PKP) Sumut, Dinas Lingkungan Hidup Sumut, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut, Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) dan Tata Ruang Permukiman, Dinas Komunikasi dan Informasi Sumut, dan Dinas PMD setempat. Peserta lokakarya pun tampak diikuti pihak swasta, perwakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan daerah (BUMD), serta pers.

Lokakarya Program Kotaku 2019 dibagi atas beberapa sesi panel diskusi. Di sesi perdana dibahas soal pengembangan kawasan permukiman, gambaran umum Program Kotaku, dan implementasi penanganan kumuh Provinsi Sumut. Panel berikutnya menyoal kebijakan daerah penanganan permukiman kumuh dan strategi pelaksanaan pembangunan infrastruktur Skala Lingkungan dan Skala Kawasan. Sesi berikutnya memaparkan cerita praktik baik dari Kelurahan Martoba dan Kelurahan Sei Bilah Barat, serta materi kiat membangun kolaborasi dan replikasi Program Kotaku.

Di periode diskusi kelompok dibahas sejumlah persoalan. Mulai dari seputar perencanaan dan strategi pelaksanaan, pelaksanaan Skala Lingkungan dan Skala Kawasan, dukungan kelembagaan, kolaborasi, capacity building, serta pengendalian program. Sesi ini diakhiri dengan rencana aksi penanganan kumuh sekaligus perumusan kesepakatan. [Sumut]

Penulis: Taufik Hidayat Pulungan, Tenaga Ahli Komunikasi KMW/OC-1 Program Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.