Beranda Warta Cerita PPK Frika, 'Mengasah' Diri di Asahan

PPK Frika, 'Mengasah' Diri di Asahan

Cerita Sumatra Utara Asahan PKPBM Comments (0) View (128)

Bisa karena biasa, mungkin menjadi persoalan penting buat seorang Frika Suharianto. Beban tanggung jawab sebagai 'ujung tombak' penanganan kumuh wilayah sontak membuat lelaki satu ini tak bergeming. Sosok penyandang tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Kabupaten Asahan bergerak cepat memacu dan mengasah diri untuk urusan kumuh di area seluas 3.732 kilometer persegi itu sejak dua tahun silam.

Posisi PPK dijalankan Frika berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 311/KPTS/M/2017. Dia bertanggung jawab atas segala pelaksanaan pengadaan barang atau jasa yang berhubungan dengan penanganan kumuh di kabupaten beribu kota Kisaran. Utamanya, segala aktivitas penataan lingkungan permukiman masyarakat yang kumuh, sekaligus mengawasi peluang berkembangnya permukiman kumuh baru di penjuru wilayah dengan jumlah penduduk lebih dari 700-an ribu jiwa.

Di awal langkah, staf Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kementerian PUPR ini mengaku gamang. Maklum, Kepala Seksi Kumuh Dinas PKP Kabupaten Asahan tersebut belum pernah sama sekali bersinggungan dengan program pemberdayaan masyarakat, termasuk Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Namun lelaki bertubuh besar ini cerdas merangkul dan menggali informasi dari para pelaku Program Kotaku, menyoal substansi pelaksanaan Program kotaku. Perlahan namun pasti, semua hal dipelajari seraya melaksanakan tugas selaku PPK PKPBM Kabupaten Asahan.

Frika tidak segan-segan turun ke lapangan untuk memantau langsung berbagai pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM) pada saat pemanfaatan Bantuan Dana Investasi (BDI) hingga Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM). Dia pun senantiasa berkoordinasi dengan Tim Fasilitator Kelurahan Program Kotaku, bersama-sama mengawasi seluruh kegiatan di wilayah Kabupaten Asahan. Termasuk, tak segan menegur jika ada pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan KSM tidak sesuai dengan proposal dan standar teknis.

Seakan total berkiprah, Frika aktif menghadiri pertemuan-pertemuan di level masyarakat. Bahkan terkadang, hingga tengah malam. Dia tampak berupaya betul untuk belajar dan memahami teknis pelaksanaan Program Kotaku di level masyarakat, yang juga meliputi strategi kolaborasi dalam penanganan kumuh. Upaya pembelajaran tanpa henti seolah terbayarkan, 'Sang PPK' mulai memahami esensi Program Kotaku.

Frika aktif mendorong masyarakat untuk berkolaborasi dengan melibatkan pemerintah daerah. Tujuannya jelas, supaya permasalahan kumuh lebih cepat tertangani tanpa harus menunggu dana atau bantuan dari pemerintah pusat.

Dan hasilnya, seperti di Kelurahan Kisaran Barat. Upaya penataan permukiman dan lingkungan sudah berjalan berkat kerja sama berbagai pihak. Program Kotaku didaulat menata ulang lewat perbaikan sarana jalan lingkungan dan drainase. Sementara Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas PKP Kabupaten Asahan kebagian 'jatah' merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Frika berharap betul, kehadiran Program Kotaku di wilayah perkotaan buat menata ulang permukiman kumuh bisa menyentuh wilayah lain di Kabupaten Asahan, seperti di area pesisir. Semangat untuk berkolaborasi menuntaskan permasalahan kumuh pun harus menjadi asa bersama, hingga masa mendatang. Setuju. [Sumut]

Penulis: Eko Maulijar, Asisten Kota Mandiri Kabupaten Asahan OC-2 Program Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.