Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM BPM: Tidak Ada Pembangunan Septic Tank Individu

BPM: Tidak Ada Pembangunan Septic Tank Individu

Cerita PIM Lesson Learned Jawa Tengah Comments (0) View (156)

Tak kenal maka tak paham. Fakta tersebut menunjukkan pekerjaan rumah sosialisasi bagi para pelaku Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) belumlah selesai. Seperti yang terjadi di Kelurahan Parakancanggah, di Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mendapatkan kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) pada 2019 yang dialokasikan buat pembangunan septic tank komunal.

Sebenarnya, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Parakancanggah (PRC) Berdikari sudah melaksanakan sosialisasi awal kegiatan Program Kotaku dari tingkat kelurahan hingga level basis. Sosialisasi tersebut pun sudah melibatkan berbagai unsur di masyarakat setempat.

Merujuk surat keputusan Bupati Banjarnegara, lokasi kumuh di Kelurahan Parakancanggah terletak di Rukun Tetangga 1/Rukun Warga 10, RT 2/RW 10, dan RT 3/RW 11. Berbagai persiapan sudah dilaksanakan untuk memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk persiapan lahan yang bakal dijadikan lokasi pembangunan septic tank komunal.

Tochid tak begitu saja mengamini. Warga Kelurahan Parakancanggah yang juga menjabat sebagai ketua RT 3/RW 11 tersebut mewakili masyarakat setempat mempertanyakan kebijakan pembuatan septic tank komunal. Persoalan pembangunan septic tank komunal tersebut terdaftar di Pengelolaan Informasi dan Masalah (PIM) Program Kotaku dengan nomor register 00053340919, September silam. Tochid menyatakan, warga lebih berharap pembangunan septic tank justru dilaksanakan di setiap rumah, yang memang sejauh ini tidak pernah memilikinya. Satu rumah, satu septic tank. Begitu harapannya.

Berbekal pertanyaan tersebut, LKM PRC Berdikari melalui para pengurus LKM segera berkoordinasi dengan tim pendamping Program Kotaku dan pihak pemerintah kelurahan. Mereka mengkaji pedoman operasional standar yang ada untuk pelaksananaan Program Kotaku. Setelah itulah, LKM PRC Berdikari baru memaparkan jawaban atas rencana pembangunan septic tank komunal yang dipertanyakan sebagian warga. Bahwa, kegiatan BPM Tahun Anggaran 2019 melalui Program Kotaku tidak memperkenankan pembangunan septic tank untuk kepentingan individu. Sarana infrastruktur septic tank yang dibangun haruslah bersifat komunal yang akan dimanfaatkan bersama minimal oleh lima kepala keluarga.

Soal lahan pun masuk hal penting untuk dikaji. Harus ada kesepakatan di antara calon penerima manfaat terkait dengan tempat atau lahan target pembangunan infrastruktur septic tank komunal tersebut. Dan tentunya, penting pula bagi kelompok pemanfaat dan pemelihara fasilitas.

Pada penerapannya, pelaksanaan kegiatan BPM 2019 juga harus memenuhi unsur safeguard sosial dan lingkungan. Biasanya, hal itu berhubungan dengan status tanah target pembangunan berupa izin pakai, dilalui, atau hibah. Solusi urun rembuk dan musyawarah yang dilaksanakan LK PRC Berdikari bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Maju Makmur dan KSM Sayer Gemilang pada 24 September akhirnya menjadi solusi penyelesaian persoalan.

Menurut Koordinator LKM PRC Berdikari Isworo Bahtiar, sekarang Tochid sudah memahami konsep kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dari BPM Program Kotaku. Tugas Tochid kemudian adalah mensosialisasikan kembali kepada warga yang berada di wilayahnya. Berkat informasi ini pula, warga memberikan izin lahan untuk ditempati sebagai lokasi pembangunan septic tank komunal. [Jateng]

Penulis: Suwitno, Senior Fasilitator Kelurahan Parakancanggah, Kabupaten Banjarnegara, Program Kotaku, Provinsi Jawa Tengah

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait