Beranda Warta Cerita Kolaborasi Antarprogram Hadirkan Air buat Tembalang

Kolaborasi Antarprogram Hadirkan Air buat Tembalang

Cerita Jawa Timur Blitar Sanitasi RTP Kolaborasi Comments (0) View (258)

Sarana air bersih di rumah adalah impian warga Desa Tembalang sejak dulu kala. Kondisi air sumur warga amat keruh, dan tak layak dikonsumsi. Bila musim penghujan datang, air tanah semakin keruh dan tercemar limbah rumah tangga yang tak tertata. Saat musim kemarau panjang, air yang tak layak konsumsi pun sulit didapat warga, seperti di sejumlah dusun di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur ini.

Kesederhanaan pola hidup warga setempat rupanya berdampak negatif. Penduduk yang mayoritas beraktivitas sebagai peternak sapi dan kerbau tinggal bersama dalam satu hunian. Filosofi Rojo Koyo, yang artinya harta kekayaan berharga, begitu melekat dan diterapkan secara tradisional. Syahdan, hewan piaraan memiliki nilai lebih ketimbang aset lain. Akibatnya, bermukim bersama antara manusia dan hewan dalam satu area dengan sistem sanitasi seadanya menjadi potret keseharian. Padahal, semua itu berdampak pada kesehatan warga.

Pemerintah Desa Tembalang dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Ngudi Makmur Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) memeras otak buat menuntaskan persoalan menahun itu. Di antaranya, dengan menggalang perencanaan partisipatif dan menyusun rencana aksi bernama Perencanaan Jangka Menengah (PJM) Program Penanganan Kemiskinan (Pronangkis): kegiatan pengadaan jalur pipa suplai air dari sumber air desa.

Beragam upaya sudah dilaksanakan sejak 2007. Di antaranya dengan mengalokasikan dana anggaran dari Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) untuk Dusun Galor, utamanya di Rukun Tetangga 3, 4, dan 5 di Rukun Warga 2 sebesar Rp 6 juta untuk pembelian pipa. Selain itu untuk pemasangan pipa hingga ke saluran rumah dipatok biaya sebesar Rp 300 ribu. Pelaksanaannya dimulai dari 12 rumah, hingga kemudian melonjak mencapai 100-an rumah.

Kelompok Pemanfaat Sistem Penyediaan Air Minum (KP SPAM) Tirto Langgeng yang sudah memiliki surat keputusan resmi Pemerintah Desa Tembalang mengakomodasi antusias warga. Namun tentu, para pengguna pasokan air diharuskan membayar iuran sebesar Rp 750 per meter kubik per rumah, yang mesti dilunasi setiap tanggal 20 atau 21. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang tarif fasilitas air umumnya. KP SPAM Tirto Langgeng diketuai Lukman, dengan wakil ketua Sukani, bendahara Sujianto, serta Heri, selaku teknisi.

Dalam perkembangannya, muncullah kelompok pemanfaat baru bernama KP SPAM Tirto Abadi, yang memanfaatkan pinjaman bergulir dari Unit Pengelola Keuangan BKM sebesar Rp 12 juta, yang pengembaliannya mesti diangsur setiap bulan. KP SPAM Tirto memiliki pemanfaat sebanyak 56 kepala keluarga.

Sayangnya, KP SPAM Tirto Abadi yang dibidani sang ketua Agus Lianto, bendahara Mujiasih, dan teknisi Radika Setiawan tengah kesulitan pasokan air bersih karena bersumber dari resapan air sawah yang terpengaruh musim kemarau panjang. Akibatnya lagi, pelanggan terpaksa mengalihkan pasokan air ke Perusahaan Daerah Air Minum setempat, yang biayanya jauh lebih mahal.

Seiring berjalannya waktu dan situasi yang semakin sulit, program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) hadir di Dusun Krebet membawa dana sebesar Rp 186 juta. Anggaran itu dikelola KP SPAM Banyu Bening, dengan pelayanan jasa pasokan air bersih bertarif Rp 1.000 per meter kubik. KP SPAM yang diketuai Suyanto, wakil ketua Saripah, bendahara Pitwanti, serta teknisi Jumari itu diklaim sudah menggunakan sistem yang lebih modern.

Kolaborasi antarprogram berjalan mulus di Desa Tambalang, tepatnya di Dusun Galor dan Dusun Krebet. Bahkan dampaknya mulai terasa mendongkrak perekonomian penduduk sekitar. Semangat membangun desa pun berkembang pesat di Desa Tembalang. Seperti di antaranya, bermitra dengan pengelola Selecta Group dari Kota Batu, Malang, untuk mengembangkan ruang terbuka publik (RTP). Sedianya, RTP tersebut akan dijadikan wahana wisata alam lengkap dengan fasilitas taman bunga, kolam renang, kios kuliner, dan lainnya.

Penulis: Benti Nur Hamida, Fasilitator Bidang Ekonomi Kabupaten Blitar Program Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.