Dahnel Pasaribu, Lurah Inspirator dari Asahan

Cerita Sumatra Utara Asahan Comments (0) View (612)

Pemerintah daerah sebagai nakhoda perubahan di wilayah begitu dicamkan sosok Dahnel Pasaribu. Buktinya, kendati didaulat beberapa kali menjadi lurah di sejumlah kelurahan di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatra Utara, tidak membuatnya alpa sebagai pemimpin perubahan perbaikan menata permukiman dan lingkungan. Hingga kini, pria paruh baya yang penuh energik itu selalu menyempatkan diri terjun langsung ke lapangan, mengulurkan tangan membantu warga yang kesusahan. Sang lurah dari Kelurahan Kisaran Naga dikenal seperti itu.

Dalam pelaksanan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dahulu dikenal dengan nama Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan, Dahnel sudah berkiprah. Bahkan, dia menyumbang partisipasi yang sangat besar dalam upaya mensosialisasikan program kepada masyarakat kelurahan.

Keterlibatan Dahnel dalam kegiatan Program Kotaku dimulai sejak menjabat sebagai lurah Kelurahan Kedai Ledang. Kala itu, Kelurahan Kedai Ledang memperoleh bantuan program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK). Tidak hanya menghadiri beragam kegiatan, dia pun ikut memelajari pedoman sembari rajin berdiskusi dengan tim fasilitator atau para pelaku dari lembaga keswadayaan masyarakat (LKM) untuk lebih memahami maksud dan tujuan program.

Dalam satu kesempatan, pria berkumis itu pernah terlibat langsung di dalam penyelesaian kasus surat hibah tanah yang bakal dipergunakan sebagai lokasi kegiatan program PLPBK. Usai bernegosiasi, persoalan status tanah hibah tadi akhirnya berhasil dibebaskan dari surat pemilik tanah.

Belajar dan belajar dibuktikan betul oleh Dahnel. Saat menjabat lurah Kisaran Naga yang memperoleh dana kolaborasi Program Kotaku, dia kembali menggali maksud dan tujuan dari Program Kotaku.

Saat sesi focus group discussion (FGD) di ajang Lokakarya Sosialisasi dan Strategi Komunikasi Program Kotaku Kabupaten Asahan beberapa waktu silam, Dahnel ikut memberikan gambaran secara rinci dan utuh kepada lurah-lurah yang ada di Kecamatan Kisaran Barat dan Kisaran Timur. Hal ini tentu mempermudah tim fasilitator dalam memberikan pemahaman kepada lurah-lurah yang selama ini dianggap cukup sulit mencerna substansi program.

Banyak warga berharap, sosok lain seperti Dahnel bisa mulai bermunculan. Karena merekalah 'Sang Nakhoda', ujung tombak penataan permukiman dan lingkungan dari status kumuh, khususnya di Kabupaten Asahan. Semoga. [Sumut]

Penulis: Eko Maulijar, Asisten Kota Mandiri Kabupaten Asahan Program Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Epn

0 Komentar