Beranda Warta Berita ATA 2019 UN Habitat untuk Alalak Selatan

ATA 2019 UN Habitat untuk Alalak Selatan

Berita ATA 2019 UN Habitat Showcase Alalak Selatan Kalimantan Selatan Banjarmasin Comments (0) View (493)

Kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kelurahan Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan berbuah manis. Showcase Alalak Selatan sukses menyabet Asian Townscape Awards (ATA) dari United Nations (UN) Habitat yang digelar di Technological and Higher Education Institute of Hongkong (Chai Wan), pada 23 November 2019.

Pasalnya, program penataan di sini tidak hanya menyelesaikan permasalahan kumuh secara numerik, tapi juga mengubah wajah kawasan dengan melibatkan banyak pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta di lingkungan permukiman tersebut. Program yang perencanaannya berbasis masyarakat dengan proses dari konsep kegiatan yang dilaksanakan bersumber dari keinginan masyarakat sendiri, yang kental dengan kearifan lokal.

Showcase Alalak Selatan yang dilaksanakan pada 2018, melibatkan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Alalak Selatan, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan konsultan dari Bank Dunia. Konsep desain penataan pada kawasan kumuh di RT 07 Alalak Selatan sudah dimiliki masyarakat melalui Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP). Kesiapan masyarakat dalam tahap perencanaan memuluskan jalannya kegiatan showcase Alalak Selatan ini, mulai dari detail rencana desain, pelaksanaan kegiatan sampai kesiapan masyarakat dalam memeliharanya.

Konsep besar yang dimiliki masyarakat adalah menjadikan Sungai Jeruju sebagai bagian dari rangkaian objek “Wisata Susur Sungai” di Banjarmasin, karena lokasinya berdekatan dengan lokasi Pasar Terapung di Sungai Barito. Yang menjadi daya tarik adalah kawasan permukiman Sungai Jeruju, tepatnya di RT 07, menampilkan desain permukiman yang dibuat konsep lebih mendetail, yaitu melebarkan kembali Sungai Jaruju, membuat jalur pembatas multifungsi antara rumah dengan sungai, sekaligus membuatkan sarana sanitasi layak. Rumah-rumah yang dahulu meletakkan dapur di atas sungai itu dimundurkan sesuai lebar sungai yang ideal, kemudian dibangun jalan titian yang membatasi antara rumah dengan sungai. Jalan titian ini kemudian menjadi jalan penghubung antarrumah, bahkan ruang publik multifungsi tempat interaksi sosial. Pelebaran sungai juga memperlancar akses perahu kecil yang masih digunakan masyarakat setempat untuk melintasi Sungai Jeruju.

Di sisi lain, ATA 2019 yang diselenggarakan oleh UN Habitat Regional Office untuk Asia dan Pasifik, bekerja sama dengan Fukuoka Asian Urban Research Center, Asian Habitat Society, dan Asia Townscape Design Society, merupakan penghargaan yang diperuntukan bagi kota, wilayah atau proyek yang berperan dalam menciptakan kawasan lingkungan hidup ramah, membahagiakan, dan memuaskan penghuninya. Kriteria showcase yang bisa ikut serta, pertama, kesesuaian dengan lingkungan sekitar, baik sosial kultural maupun dengan alam sekitar. Kedua, keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan. Ketiga, menghargai kultur dan budaya lokal. Keempat, memiliki kualitas artistik. Kelima, memiliki kontribusi terhadap pembangunan dan bisa dijadikan contoh untuk diterapkan di kota lain.

Melihat semua kriteria itu sesuai dengan Alalak Selatan, Tim Fasilitator 21, sebagai tim fasilitator pendamping Kelurahan Alalak Selatan sepakat mendaftarkan kegiatan showcase Alalak Selatan untuk mengikuti Lomba ATA 2019. Singkat cerita Showcase Alalak Selatan menjadi salah satu pemenang, bersama peserta dari Korea, Tiongkok, Jepang, Filipina dan Bangladesh. Acara saat itu dibuka oleh Direktur UN Habitat Region Asia dan Pasifik Koresawa Atsushi.

Dalam acara itu banyak pihak mengapresiasi penanganan kumuh yang lakukan oleh Program Kotaku karena pendekatan yang diambil adalah penanganan kumuh berbasis masyarakat. Delegasi dari Bangladesh dan Filipina juga tampaknya sangat tertarik dengan Showcase Alalak Selatan, karena mereka memiliki beberapa kesamaan permasalahan. Mereka berharap bisa mempunyai data dan konsep yang cukup rinci mengenai program ini dalam bahasa Inggris.

Banyak hal yang bisa dipetik dan ditularkan dari acara tersebut, salah satunya adalah pentingnya mewujudkan kota yang ramah dan membahagiakan penghuninya, inklusif (untuk semua), serta pembangunan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya diperlukan usaha bersama segenap elemen bangsa. [Kalsel]

Dokumentasi lainnya:

    

Penulis: Nur Adha Yuda, Tim Fasilitator 21 Kota Banjarmasin, OSP Program Kotaku Provinsi Kalimantan Selatan

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.