Beranda Warta Cerita Tak Lagi Angker Kampung Beringin-ku

Tak Lagi Angker Kampung Beringin-ku

Cerita Sulawesi Tenggara Kampung Beringin Kolaka Comments (0) View (476)

Pada masanya, ruas Jalan Abadi begitu senyap. Apalagi bila petang menjelang, dipastikan amat sangat jarang orang yang berlalu-lalang melintasi akses jalan di Lingkungan 5, Kampung Beringin, Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara itu. Kisah angker dan suasana mistis seakan melengkapi keheningan gelap malam di jalan di Kampung Beringin tadi.

Suasana 'seram' yang dikenal warga sejak era '70-an hingga 2000-an tersebut memang 'disempurnakan' alam sekitar. Lokasi berluas sekitar empat hektare dengan kontur berbukit itu dipenuhi pohon beringin berukuran cukup besar yang tingginya rata-rata mencapai 30 meter. Di areal itu pun ditemukan ratusan makam tua yang berdekatan dengan permukiman penduduk setempat, seiring pertambahan jumlah penduduk yang begitu pesat, yang membutuhkan lahan rumah tinggal.

Walhasil, satu, dua, tiga unit rumah warga mulai dibangun seiring waktu. Setiap tahun terus bertambah, bahkan hingga kini tidak kurang dari 20 unit rumah di daerah tersebut telah berdiri ala kadarnya. Sebagian di antaranya sudah dalam kondisi rumah permanen. Tak pelak, daerah yang terletak di pusat Kota Kolaka ini memotret kesan kawasan kumuh wilayah perkotaan. Indikatornya jelas, warga kesulitan air bersih, sanitasi permukiman yang buruk, akses jalan yang tak layak, ditambah tata kelola sampah yang terabaikan.

Melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), pelan tapi pasti satu per satu masalah mulai dituntaskan. Sebagai contoh, pada 2019 ini saja sejumlah infrastruktur sudah dibangun Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wahana Kelurahan Sea. Rinciannya, pembangunan jalan lingkungan berkonstruksi beton di dua titik sepanjang total 194 meter dengan jumlah anggaran Rp 459.392.000, drainase lingkungan sepanjang 139 meter dengan jumlah anggaran Rp 62.769.000, sumur bor empat unit jumlah anggaran Rp 353.702.000, ruang terbuka hijau (RTH) seluas 8 X 12 meter dengan jumlah anggaran Rp 89.646.000, tempat pembuangan sampah (TPS) reduce, reuse, recycle (3R) TPS sebanyak dua unit dengan anggaran Rp 27.211.000, serta jalur perpipaan sepanjang 90 meter dengan anggaran sebesar Rp 1.800.000.
Total jumlah anggaran Program Kotaku yang dialokasikan di Kampung Beringin tak kurang dari Rp 1 miliar. Setahun sebelumnya pun demikian, Program Kotaku juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 97.000.000 untuk mendanai pembangunan jalan beton sepanjang 67 meter.

Pascapembangunan, suasana magis di Kampung Beringin berubah total. Kawasan yang dulu dikenal sebagai daerah yang angker dan penuh cerita mistis akhirnya berubah menjadi kawasan ruang terbuka hijau (RTH) yang aman dan nyaman buat dihuni dan dikunjungi. Warga Kolaka, khususnya di Kelurahan Sea dapat menggunakannya sebagai sarana bermain dan hiburan, kapan pun, tanpa rasa 'takut'. [Sultra]

Penulis: Hasrul, Staf Korkot 2 Kabupaten Kolaka Program Kotaku Provinsi Sulawesi Tenggara

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.