Beranda Warta Berita Program Kotaku Berkibar di Negeri Sakura

Program Kotaku Berkibar di Negeri Sakura

Berita TDD Satker IBM Tokyo Jepang MIS Comments (0) View (556)

Nama Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) berkibar di Negeri Sakura. Tepatnya dalam kegiatan Technical Deep Dive (TDD): Improving Infrastructure, Services and Livelihoods in Low Income Urban Settlements di Tokyo, Jepang. Acara yang diselenggarakan oleh Tokyo Development Learning Center (TDLC), sebuah proyek rekanan Jepang, dan Bank Dunia tersebut berlangsung pada 2-6 Desember 2019.

Lokakarya ini dihadiri 66 peserta delegasi dari 11 negara, yaitu Bolivia, Brazil, Colombia, Democratic Republic of Congo, Djibouti, Arab Republic of Egypt, Mexico, Myanmar, Pakistan, Uganda, dan Indonesia. Untuk delegasi Indonesia, hadir Laras Primasari dari Bappenas, Kasie di Direktorat Konsolidasi Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Andri Supriatna, Maria Immaculata Krisna Adyasari dari Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Farah Puspita Sari dari Pemerintah DKI Jakarta, dan Kumalasari dari Bank Dunia Indonesia.

TDD memberi kesempatan bagi Program Kotaku untuk dikenal di ajang dunia dalam upaya penanganan kumuh. Salah satu Kawan Kotaku dari Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) M. I. Krisna Adyasari memperkenalkan program dan menceritakan keberhasilan Sistem Informasi Manajemen Kotaku. Kisah sukses itu disambut antusias oleh negara-negara peserta. Bahkan Congo, Uganda, dan Brazil menyatakan ingin belajar lebih jauh mengenai Kotaku.

Narasumber dalam TDD ini antara lain adalah Dosen di Harvard Kennedy School dan Senior Advisor Women in Informal Employment: Globalizing and Organizing (WIEGO) Martha Chen, dosen ahli pertanahan (land expert) di Massachusetts Institute of Technology (MIT) Yu Hung Hong, dan Somsook Boonyabancha dari The Community Organizations Development Institute (CODI) Thailand. Bahkan sempat pula dilakukan perbandingan penanganan kumuh Thailand lewat CODI dengan penanganan kumuh di Indonesia melalui Kampong Improvement Project.

Selain itu, dilakukan pula kunjungan lapangan ke Ameyoko (Ameya-Yokokocho) di Kelurahan Taito, Distrik Ueno, Jepang. Ameyoko dikenal sebagai lokasi kumuh dengan tingkat kriminalitas tinggi. Pada Perang Dunia II, lokasi ini menjadi pasar gelap tempat dijualnya barang-barang bekas tentara Amerika, semisal lighter, sepatu boots, baju army, serta cokelat dan permen dari Amerika.

Sekitar tahun 1982, daerah ini ditata ulang oleh Pemerintah Jepang menggunakan konsep penataan land readjustment. Yaitu pemerintah membeli tanah dari pemilik tanah di Ameyoko, lalu persil (catatan) tanah ditata ulang, dibuat masterplan baru dengan petak tanah yang disesuaikan. Kini Ameyoko menjadi salah lokasi wisata di Tokyo. Dalam perkembangannya, masyarakat bekerja sama dengan Japan Railway (JR). JR membangun gedung pasar yang kini menjadi gedung utama di Ameyoko. Proses pembangunan gedung pasar hingga penuhnya kios di dalamnya kurang dari lima tahun. [Satker IBM]

Dokumentasi lainnya:

    

Penulis: Tim Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kotaku

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.